Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Sekitar Dam Garit Singojuruh Banyuwangi Panen Sedimen, Cuan Rp400 Ribu Sehari

Zamrozi Wahyu • Jumat, 19 September 2025 | 14:40 WIB
Warga yang tinggal di sekitar Dam Garit, Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, panen pasir.
Warga yang tinggal di sekitar Dam Garit, Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, panen pasir.

RADARBANYUWANGI.ID - Aliran Sungai Badeng yang kerap meluap hingga melewati Dam Garit di Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, ternyata membawa berkah tersendiri.

Debit air yang tinggi dan sempat meresahkan warga itu, justru menyisakan sedimen berupa batu, pasir, dan kayu, Kamis (18/9).

Saat debit air surut, warga sekitar Dam Garit pun ramai-ramai memanen pasir yang menumpuk di aliran sungai.

“Tumpukan pasir itu kami ambil lalu dijual,” ujar Suprapto (53), warga Dusun Karangasem, Desa Alasmalang.

Untuk mengambil pasir, warga menggunakan alat seadanya. Ada yang memakai ember, ada pula yang bahkan memanfaatkan perabot dapur seperti wadah nasi.

“Diambil sedikit demi sedikit, lalu ditumpuk di tepi sungai,” jelasnya.

Mistari (43), warga setempat lainnya, menuturkan dalam sehari satu orang bisa mengumpulkan dua hingga tiga pikap pasir. Jumlah itu tergantung seberapa banyak sedimen terbawa arus.

“Kalau diuangkan, biasanya per orang bisa dapat Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per hari,” ungkapnya.

Namun, Mistari menambahkan, aktivitas ini bersifat musiman. Jika debit air tidak membawa sedimen, maka warga juga tidak bisa memanen pasir.

“Kalau air tinggi memang bikin khawatir banjir, tapi di sisi lain ada berkah pasir,” katanya.

Juru Dam Garit, Heru Mayangkoro, membenarkan pasir yang dipanen warga berasal dari aliran Sungai Badeng. Menurutnya, saat debit naik, arus kerap membawa kayu, pasir, dan batu.

“Kalau warna air sudah agak hitam, berarti kandungan pasir sedang banyak,” terangnya.

Heru menambahkan, aktivitas panen pasir ini sebenarnya baru berlangsung belum genap setahun.

“Yang penting jangan melewati batas yang bisa menggerus plengsengan,” ujarnya.

Ia menegaskan, semua yang mencari pasir adalah warga sekitar aliran sungai. Mereka juga sudah membagi wilayah kerja masing-masing agar tidak terjadi konflik.

“Sudah dibagi-bagi, yang penting semuanya bisa akur,” pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#dam garit #singojuruh #banyuwangi #sungai badeng