RADARBANYUWANGI.ID - Kapal Motor (KM) Barokah Nikmat Duyung (ND) yang membawa 22 nelayan, termasuk nakhoda, semuanya selamat.
Kapal itu diperkirakan tenggelam di kedalaman 70 meter dari permukaan laut, dan tampaknya tidak akan dievakuasi.
Kapal milik Syamsul Arifin (52) warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dengan ukuran 20 Gross Tonnage (GT) itu, tenggelam pada Minggu (14/9) sekitar pukul 20.00, di Perairan Karangente, wilayah Pasir Putih Taman Nasional Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.
“Lokasinya berada di tengah laut, sulit untuk dievakuasi,” kata pemilik KM Barokah ND sekaligus nakhoda, Syamsul Arifin.
Lokasi tenggelamnya KM Barokah ND, kata dia, sangat dalam ditambah ombaknya juga besar. Sebab, lokasi kejadian itu berada di laut Selatan. “Ombaknya besar, arus bawah laut juga sangat kencang,” ujarnya.
Dengan situasi seperti itu, Syamsul memilih pasrah dan mengikhlaskan kapalnya yang tenggelam. Meski begitu, ia harus mengalami kerugian sekitar Rp500 juta.
“Kerugian sekitar Rp500 juta itu harga kapal beserta jaring yang ada di dalam kapal,” ungkapnya.
Baca Juga: Mobil Grandmax Hilang 5 Bulan Akhirnya Ditemukan di SPBU Banyuwangi, Sopir Misterius Raib
Menurut Syamsul, dengan selamatnya semua ABK dalam kecelakaan ini, ia sudah bersyukur. Hal itu membuatnya bisa sedikit merelakan kapalnya beserta isi yang karam.
“Orangnya selamat semua sudah alhamdulillah, kalau bangkainya biarkan sudah, nyawa lebih penting daripada harta,” cetusnya.
Tenggelamnya KM Barokah ND, kata pria yang akrab disapa Syamsul itu, bukanlah kejadian pertama. Pada 2018, kapalnya juga tenggelam di Selat Bali dan tidak bisa dievakuasi.
“Pada tahun 2018 itu semua ABK juga selamat, alhamdulillah,” katanya.
Dengan kejadian kedua kalinya ini, Syamsul berharap ada bantuan dari pemerintah terkait musibah yang menimpa dirinya.
“Kalau dulu tidak dapat apa-apa, semoga yang kali ini ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kecelakaan itu, kapal membawa 22 ABK termasuk nakhoda. Tidak ada korban jiwa.
Saat kapal pencari ikan itu akan tenggelam, semua ABK menyelamatkan diri dengan terjun ke laut. Untungnya, saat itu ada dua unit kapal penangkap ikan lainnya yang sedang berlayar di sekitar lokasi kejadian.
Semua ABK yang terjun ke laut berhasil diselamatkan oleh nelayan di dua kapal, KM Gading dan KM Sanjaya.
“Semua ABK berjumlah 22 nelayan terjun ke laut dan berhasil diselamatkan,” kata Kanit Satpol Airud Muncar, Bripka I Wayan Wedhana.
Editor : Agung Sedana