Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Info Gumitir: Jalan Mulus, Kendaraan dari Jember dan Banyuwangi Bebas Hambatan

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 5 September 2025 | 17:39 WIB
Suasana jalur Gumitir setelah dibuka.
Suasana jalur Gumitir setelah dibuka.

RADARBANYUWANGI.ID - Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Jember, resmi dibuka sejak pukul 00.00 pada Kamis (4/9).

Saat dibuka, arus lalu lintas di jalan berkelok itu didominasi oleh kendaraan logistik dan roda dua.

Pembukaan arus lalu lintas di Jalur Gumitir itu, disambut suka cita para pengguna jalan.

Malahan, banyak kendaraan roda empat sudah menunggu di pintu masuk jalan yang melewati Gunung Gumitir, tepatnya di penyekatan Pos Mrawan sejak Rabu (3/9) Sore.

“Sejak sore sudah banyak yang menunggu, mereka menunggu dibukanya jalan. Alhamdulillah, meski ramai semua terkendali,” kata Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardana melalui Kanit Jatim V AKP Roni Faslah.

Kendaraan besar seperti truk tebu, mobil tangki BBM, bus, hingga truk container, jelas dia, bisa kembali lalu lalang setelah sebulan harus melintas melalui jalur pantai utara (Pantura).

“Arus lalu lintas dari dua arah lancar sejak semalam (dini hari saat pembukaan). Siang ini (kemarin) kami juga meninjau, dan kondisinya lancar,” ucapnya.

Dari hasil tinjau lapang, lanjut Roni, arus lalu lintas pada hari pertama pembukaan Jalur Gumitir pasca proyek preservasi dengan perkuatan lereng menggunakan bore pile, dan perbaikan geometri jalan itu cenderung landai.

“Hari pertama ini dari arah Banyuwangi dan sebaliknya (dari Jember) tergolong landai, mungkin karena hari pertama belum banyak yang tahu aksesnya sudah dibuka,” terangnya.

Kondisi tikungan Mbah Singo yang sebelumnya memiliki kemiringan ekstrem dan kerap membuat kendaraan besar terguling, masih kata dia, saat ini sudah dalam kondisi ideal.

“Secara real saya lihat kemiringannya sudah berkurang banyak, insha Allah keselamatan pengguna jalan bisa terjamin,” tandasnya.

Roni mengimbau agar kendaraan yang melintas menjaga keselamatan serta memastikan kendaraannya dalam kondisi optimal sebelum bepergian.

Selain itu, ia akan berkoordinasi dengan Kasat Lantas setempat guna menyiapkan rambu-rambu lalu lintas di lokasi.

“Rambu-rambu sementara hanya banner saja, nantinya akan dipasang rambu lain biar Kasatlantas berkomunikasi juga dengan dishub,” cetusnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, pekerja proyek juga sudah tidak ada di lokasi. Pelaksana proyek nasional, Andre Pandora mengaku meminta pekerjanya untuk beristirahat di rumah setelah mengarap proyek secara kilat ala Bandung Bondowoso itu.

“Semuanya istirahat karena beberapa hari lembur, dan hanya bisa tidur sebentar,” tandasnya.

Andre mengungkap pekerjaannya akan kembali ke lokasi pada Sabtu (6/9) mendatang. Karena masih ada sedikit pekerjaan minor untuk merapikan sejumlah titik pekerjaan seraya pembersihan area proyek.

“Sabtu depan kami ke lokasi untuk bersih-bersih area kerja itu,” cetusnya.

Salah satu pengguna jalan sopir truk logistik, Subandi, 40, mengaku bersyukur atas pembukaannya itu. Pasalnya, sudah sebulan harus mengambil jalur lebih jauh untuk mengantar barang muatannya.

“Ongkos bisa lebih irit kalau lewat sini (Gumitir). Biasanya mau ke Lumajang antar barang harus putar jauh lewat Pantura,” kata pria asal Kecamatan Purwoharjo itu.

Editor : Agung Sedana
#gumitir dibuka #banyuwangi