RADARBANYUWANGI.ID - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi turun ke jalan, Selasa (2/9).
Mereka menggelar aksi damai dengan sasaran Polresta Banyuwangi dan kantor DPRD Banyuwangi.
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan 18 tuntutan yang terbagi ke dalam dua fokus utama, yakni isu nasional dan regional. Isu nasional ada 11 tuntutan.
Di antaranya mengawal pembatalan tunjangan dan fasilitas tambahan untuk anggota DPR RI dan transparansi anggaran DPR RI yang meliputi gaji, tunjangan, dan fasilitas.
Massa juga meminta segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan mendesak Majelis Kehormatan Dewan melakukan pemeriksaan dan menjatuhkan sanksi berupa pemecatan terhadap anggota DPR RI yang berstatemen tidak etis dan memicu kemarahan rakyat.
Pendemo juga meminta pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online di Jakarta.
Tuntutan lainnya, membebaskan seluruh peserta aksi yang saat ini sedang ditahan dan meminta mengembalikan TNI ke barak.
Sedangkan tuntutan regional adalah penyelesaian konflik agraria, khususnya di wilayah tanah pusaka Grajagan, pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), transparansi kinerja DPRD Banyuwangi dan kenaikan upah bagi buruh, tenaga kesehatan, dan guru.
"Aksi ini merupakan aksi pertama yang menyikapi adanya isu-isu nasional maupun regional Banyuwangi. Aksi ini tidak berhenti sampai di sini, tapi akan terus mengawal demokrasi dan transparansi," ujar Ketua DPC GMNI Banyuwangi, Rino Bachtiar.
Rino menegaskan, aksi damai ini murni dari gagasan para mahasiswa. Sebab, hati mereka yang tergerak untuk mewujudkan Banyuwangi lebih baik.
"Kami membawa beberapa tuntutan isu baik nasional, regional, dan lokal agar dapat menjadi evaluasi pada anggota dewan di DPRD Banyuwangi. Serta meminta aparat kepolisian mengawal kasus meninggalnya driver ojek online," tegasnya.
Polresta Banyuwangi menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan aksi demo yang dilakukan sejumlah mahasiswa.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra turun langsung mengamankan aksi demo.
Kapolresta ikut naik sepeda motor mengawal mahasiswa dari Polresta menuju kantor DPRD.
Kapolresta memerintahkan seluruh personelnya untuk tidak menggunakan senjata api (senpi) ketika menghadapi pendemo.
Selama aksi berlangsung, anggota Polresta justru membagikan air minum kepada para mahasiswa.
Meski bersikap humanis, Kapolresta akan bersikap tegas kepada para pendemo jika melakukan tindakan anarkis.
"Kita selalu kedepankan sisi humanis, makanya upaya preventif terus kita lakukan," ungkapnya. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin