Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nahas Mustofa, Tukang Pijit di Banyuwangi yang Meninggal Saat Layani Pasien

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:37 WIB
Anggota Unit Reskrim Polsek Genteng mengecek kondisi jenazah Mustofa di rumah pasiennya Dusun Kaliputih, Desa Genteng Wetan pada Selasa (26/8) malam.
Anggota Unit Reskrim Polsek Genteng mengecek kondisi jenazah Mustofa di rumah pasiennya Dusun Kaliputih, Desa Genteng Wetan pada Selasa (26/8) malam.

RADARBANYUWANGI.ID - Nasib nahas menimpa tukang pijit panggilan, Mustofa (48) warga Dusun Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Ia meninggal dunia usai memijat di rumah salah satu pasiennya, Hariyanto (60) warga Dusun Kaliputih, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Diduga, pria yang juga penjual minyak wangi itu meninggal karena serangan jantung.

Itu diperkuat dari informasi keluarganya yang membenarkan Mustofa memiliki risiko sakit jantung.

“Dugaannya sakit jantung, informasi keluarga korban memang memilik risiko penyakit tersebut,” kata Kanitreskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwadi, Kamis (28/8/2025).

Menurut Kanitreskrim, meninggalnya tukang pijat ini bermula saat Mustofa datang ke rumah Hariyanto untuk memijat.

Setelah rampung, sekitar pukul 19.15 WIB korban tiba-tiba mengaku sakit perut.

“Korban mengeluhkan sakitnya ke saksi (Hariyanto). Dia juga sempat meminta air hangat,” ucapnya.

Tukang pijatnya minta air putih, jelas dia, Hariyanto membuatkan segelas air putuh hangat untuk diberikan kepada Mustofa.

Tapi saat kembali, Hariyanto ditemukan sudah tidak sadar dengan posisi terduduk di rumahnya.

“Diduga saat itu kondisinya sudah meninggal. Karena panik, saksi melapor ke kepala Dusun Kaliputih Roni Alamin,” ucapnya.

Laporan itu, jelas dia, oleh Roni diteruskan ke polsek. Korban yang tidak sadarkan diri, kemudian dilarikan ke Puskesmas Kembiritan, Kecamatan Genteng.

“Setelah dicek oleh petugas medis, dipastikan korban sudah meninggal dunia. Saat itu, para nakes (tenaga kesehatan) juga sudah menduga kematian korban karena sakit jantung,” tandasnya.

Setelah dipastikan kematiannya, jenazah Mustofa dibawa ke rumah duka.

Kanitreskrim menyebut pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Dengan riwayat penyakit korban, pihak keluarga menerima kematiannya karena sakit dan menolak dilakukan otopsi,” pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#Tukang Pijit #banyuwangi #genteng