RADARBANYUWANGI.ID - Swalayan Virgin di Dusun Krajan, Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran di satroni kawanan maling pada Senin (25/8) sekitar pukul 08.00.
Para maling itu datang ke lokasi dengan naik mobil Toyota Avanza dengan jumlah antara empat hingga enam orang.
Aksi pencurian ini, terekam CCTV yang ada di dalam swalayan.
Dalam rekamannya, tampak empat orang orang keluar dan masuk swalayan yang diduga membawa kabur barang hasil jarahannya.
“Ada sekitar empat sampai enam orang,” kata salah satu penjaga swalayan virgin, Villa Desi, 22.
Empat orang itu, terang dia, datang membawa mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi S 1992 XX.
Para pelaku, diperkirakan berusia antara 35 tahun sampai 45 tahun.
“Dari empat orang itu salah satunya memakai kopiah warna putih, yang terlihat empat orang, diduga lebih karena seperti ada orang di dalam mobil,” ujarnya.
Saat kejadian, jelas dia, swalayan sudah buka dengan empat orang karyawan. Satu menunggu di kasir, sedang tiga karyawan lainnya mempersiapkan barang di gudang.
Untuk mengelabuhi karyawan, satu pelaku mengajak ngobrol sama kasir.
Sedangkan tiga pelaku lainnya keluar masuk swalayan sambil membawa barang hasil jarahannya.
“Mengambil baju dengan cara memasukkan dalam jaket atau bajunya, pelaku yang di kasir terus tanya-tanya dan terakhir tidak jadi membeli,” ungkapnya seraya menyampaikan untuk shift pagi hanya empat karyawan.
Swalayan yang dibobol maling ini, menjual peralatan rumah, pakaian, hingga kebutuhan rumah tangga.
Sementara yang diduga hilang dalam peristiwa ini, sekitar empat baju yang harganya diatas Rp 100 ribu.
“Masih belum diketahui detailnya apa saja yang hilang, tapi yang sudah kelihatan empat baju,” katanya.
Vila mengatakan aksi pencurian itu baru diketahui pada Senin (25/8) sekitar pukul 15.00, saat pergantian shift.
Saat itu, karyawan sedang mengecek kondisi barang yang dijual.
“Saat kami cek kok banyak yang kosong, kemudian lihat CCTV. Kebetulan yang masuk dalam toko selain karyawan hanya ada empat orang yang diduga melakukan pencurian,” jelasnya.
Sontak aksi pencurian membuat karyawan ketakutan. Sebab, selain disatroni rombongan maling, mereka takut untuk disuruh membayar ganti rugi barang yang hilang.
Saat kejadian itu, kerugian toko ditaksir sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Mereka berharap, kerugian itu tidak dilimpahkan pada karywan.
“Semoga tidak lebih dari itu, kalau lebih nanti yang ganti rugi kami (karyawan),” kata salah satu karywan toko Virgin Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Villa Desi.
Menurut Villa, pencurian itu awalnya tidak diketahui oleh empat karyawan yang masuk kerja.
Pelaku berhasil mengalihkan perhatian, sehingga pencuri mulus melancarkan aksinya.
“Semoga tidak disuruh ganti rugi, karena yang jaga juga masih magang,” terangnya.
Kapolsek Gambiran AKP Badrodin Hidayat saat dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari korban terkait aksi pencurian ini.
“Belum ada laporan, masih menunggu pemilik swalayan datang ke Polsek Gambiran,” pungkasnya.
Editor : Agung Sedana