Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Proyek JLS Banyuwangi Masuki Tahap Baru, Dukungan Penuh dari Pihak Kebun

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 15 Agustus 2025 | 11:30 WIB
Ujung JLS Banyuwangi di wilayah PTPN 1 Regional 5 Kebun Kendenglembu.
Ujung JLS Banyuwangi di wilayah PTPN 1 Regional 5 Kebun Kendenglembu.

RADARBANYUWANGI.ID - Rencana pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa di wilayah Banyuwangi segera dikerjakan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya menyelesaikan jalur strategis sepanjang 99,18 kilometer yang membentang dari perbatasan Kabupaten Jember menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Pembangunan JLS yang kini mandek di wilayah PTPN 1 Regional 5 Kebun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, semakin mendesak setelah akses penghubung Jember-Banyuwangi melalui Jalur Gumitir ditutup sejak Kamis (24/7) untuk perbaikan.

Kondisi ujung JLS saat ini sangat tidak terawat. Badan jalan hingga rambu-rambu yang terpasang mulai dimakan semak belukar. Di ujung jalan yang aspalnya putus, sampah plastik dan limbah minyak berserakan.

“Sering dibuat tongkrongan anak-anak sekolah,” kata Mukhlis, 31, pemilik warung kopi di sekitar JLS.

Mukhlis mengaku senang mendengar pembangunan JLS yang mandek ini akan dilanjutkan. Proyek itu berpotensi menambah pendapatannya saat banyak pengguna jalan melintas.

“Semoga saja cepat bisa dibangun, selama ini yang beli hanya pekerja kebun. Kalau JLS sudah tembus, pasti orang jauh bisa melintas,” ujarnya.

Menurut Mukhlis, jalanan di ujung JLS sudah lama tidak tersentuh. Hal ini terlihat dari dedaunan kering yang menumpuk di tengah jalan.

“Daerah situ juga jauh dari lokasi tanaman produktif, sehingga pekerja kebun tidak ada yang berkegiatan di sekitar lokasi tersebut,” jelasnya.

Rencana pemerintah melanjutkan pembangunan JLS mendapat dukungan penuh dari pihak kebun yang terlewati proyek.

Manajer Kebun Kendenglembu, Hastudy Yunarko, mengatakan pihaknya siap mendukung kelanjutan pembangunan.

“Secara umum kami dari kebun sangat mendukung kelanjutan pembangunan JLS. Kami bersama pemerintah daerah sudah menentukan penlok kelanjutan JLS itu,” ucapnya.

Hastudy menambahkan, proyek dapat langsung direalisasikan tanpa membuka lahan perkebunan produktif.

“Realisasi sudah siap, pembangunan JLS berada di areal yang bukan tanaman pokok perkebunan,” ujarnya.

Dilansir dari Radar Banyuwangi, kelanjutan pembangunan JLS Jawa di Banyuwangi semakin menunjukkan titik terang.

Dana yang bersumber dari APBD sekitar Rp 47,1 miliar telah disiapkan untuk pengadaan lahan dan konstruksi jalan sepanjang 7,83 kilometer atau setara 39,97 hektare.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Lingkungan pada Bappeda Banyuwangi, Wahyudiono, menjelaskan saat ini masih ada sekitar 14,1 kilometer ruas jalan yang belum dibangun.

“Ruas yang belum terbangun berada di kawasan perkebunan dan hutan di Banyuwangi,” ujar pria yang karib disapa Wakyu tersebut.

Ruas 14,1 kilometer tersebut terbagi menjadi tiga paket pembangunan yang melintasi kawasan hutan di bawah pengelolaan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan, serta kawasan perkebunan Kendenglembu dan Malangsari milik PTPN 1 Regional 5.

Editor : Agung Sedana
#jls banyuwangi