Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Sukamade, Proyek Terbesar Banyuwangi 2025! Buka Akses Vital Wilayah Terpencil

Ali Sodiqin • Kamis, 14 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kabid Bina Marga Dinas PU CKPP Ebta Adharisandi meninjau lokasi jembatan yang hanyut diterjang banjir pada Desember 2024.
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kabid Bina Marga Dinas PU CKPP Ebta Adharisandi meninjau lokasi jembatan yang hanyut diterjang banjir pada Desember 2024.

RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi menjadikan Jembatan Sukamade di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, sebagai proyek pembangunan jembatan terbesar tahun ini.

Jembatan tersebut akan menjadi penghubung vital antarwilayah, sekaligus membuka akses transportasi, jalur logistik, dan evakuasi warga.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PU CKPP Banyuwangi Ebta Adharisandi menjelaskan, proses penentuan desain dan lokasi jembatan dilakukan melalui kajian teknis yang ketat.

Tahapan dimulai dari pengukuran debit air hingga uji fondasi menggunakan metode sounding alias uji sondir.

Sebagai informasi, uji sondir merupakan salah satu metode pengujian tanah yang umum digunakan untuk mengetahui karakteristik lapisan tanah, terutama dalam konteks perencanaan fondasi.

“Kalau sounding-nya sudah ketemu, baru kita tentukan fondasi yang cocok. Untuk Sukamade, kami pakai tiang pancang karena tanahnya lembek dan lumpurnya bergerak. Hasil sounding menunjukkan kedalaman sekitar 30 meter,” terang Ebta.

Saat ini proyek berada pada tahap persiapan pelaksanaan. Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik ditargetkan mulai Agustus. Meski begitu, tantangan berupa medan menuju Sukamade menjadi hambatan tersendiri.

Jalan sempit dan terjal menyulitkan truk pengangkut material. Apalagi jembatan di Siliragung yang menjadi jalur pendukung sebelumnya terputus akibat bencana.

Hal tersebut mengakibatkan proses penyediaan bahan baku proyek pembangunan Jembatan Sukamade harus melalui rute alternatif yang lebih jauh. 

“Kami harus memutar lewat jalur lain untuk mengangkut material. Biayanya tinggi karena pasir diambil dari Pesanggaran dibawa ke Sarongan, lalu dilanjutkan ke Sukamade. Jalur Sarongan menuju Sukamade itu yang paling berat, sempit, dan sulit,” ujar Ebta.

Walaupun dalam proses pembangunan terdapat kendala medan dan logistik, Dinas PU CKPP optimistis Jembatan Sukamade dapat selesai sesuai target dan menjadi infrastruktur strategis yang membuka keterisolasian wilayah, mendukung distribusi hasil bumi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Banyuwangi bagian selatan.

“Tentu ini pembangunan jembatan ini akan sangat menguras energi dan biaya karena medan yang dilalui sangat berat. Tetapi kami yakin dan optimistis bisa menyelesaikan target sebelum akhir tahun,” kata Ebta.

Sekadar diketahui, jembatan di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran hanyut diterjang banjir pada Desember 2024.

Untuk itu, warga secara swadaya membuat jembatan apung dan jembatan kayu selebar tiga meter dengan panjang 11 meter di wilayahnya. (cw5-Dalila Adinda/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#jembatan #Sukamade #banyuwangi #akses vital