Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dua Nenek-nenek di Banyuwangi Tewas Kecemplung Sumur

Zamrozi Wahyu • Senin, 11 Agustus 2025 | 12:30 WIB
TKP tewasnya nenek di Banyuwangi yang jatuh ke sumur.
TKP tewasnya nenek di Banyuwangi yang jatuh ke sumur.

RADARBANYUWANGI.ID - Dua nenek asal Dusun Kopen, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, dan Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, ditemukan warga dalam kondisi meninggal di dalam sumur rumah masing-masing.

Dari hasil pemeriksaan petugas medis, pada tubuh kedua korban, Welas (60), warga Dusun Kopen, Desa Kradenan, dan Martiah (64), warga Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, tidak ditemukan luka bekas penganiayaan atau bekas hantaman benda tumpul. 

Kedua nenek itu diduga mengalami kecelakaan saat berada di dekat sumur.

Welas yang tinggal di Dusun Kopen, Desa Kradenan, ditemukan sudah meninggal di dalam sumur, kemarin (10/8) sekitar pukul 05.30 WIB.

Orang yang pertama kali menemukan adalah kakak kandungnya, Katijan (77).

“Korban ini tinggal bersama kakaknya itu,” terang Kapolsek Purwoharjo, AKP Heru Slamet Hariyanto.

Dari keterangan keluarganya, Kapolsek menyebut korban memiliki riwayat penyakit stroke ringan, namun setiap hari masih beraktivitas seperti biasa.

“Pagi itu kakaknya akan mencuci piring di dekat sumur rumahnya,” ujarnya.

Saat menimba air di sumur, jelas dia, tarikan timba terasa tersangkut sesuatu. Saat terus ditarik, muncullah jenazah korban ke permukaan air sumur. “Saat itu korban sudah meninggal,” katanya.

Melihat adiknya berada di sumur, kakaknya langsung berteriak meminta tolong pada warga, lalu ada yang melaporkan ke Polsek Purwoharjo.

“Warga berdatangan, anggota juga datang bersama tim medis dari Puskesmas Purwoharjo,” cetusnya.

Saat petugas datang, kondisi jenazah mengapung di permukaan air sumur. Dengan bantuan warga, mayat nenek itu dievakuasi dan diperiksa petugas medis.

“Keluarga korban menolak dilakukan autopsi,” ujarnya.

Kepala Dusun Kopen, Desa Kradenan, Imron, membenarkan ada warganya yang meninggal dunia di dalam sumur.

Korban, Welas, setiap harinya hidup bersama kakaknya. “Korban tidak memiliki suami dan memiliki riwayat stroke ringan,” terangnya.

Korban ini, jelas dia, tangannya sulit digerakkan dan juga sulit bicara karena penyakit stroke, namun masih bisa berjalan.

Diduga korban jatuh ke sumur pada Sabtu (9/8) malam. “Menurut kakak korban, setelah salat magrib masih melihat korban,” ungkapnya.

Kebiasaan korban, lanjut dia, setelah salat isya langsung masuk kamar dan tidur. Sehingga tidak diketahui kapan korban jatuh ke sumur.

“Kakak korban terakhir melihat setelah salat magrib, dan mengetahui lagi sudah di dalam sumur pada esok paginya,” katanya.

Untuk nenek Martiah (64), asal Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, yang ditemukan meninggal di dalam sumur samping rumahnya pada Sabtu (9/8) sekitar pukul 16.30, kondisinya sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Diduga korban yang ditemukan mengapung di air sumur dengan posisi tengkurap itu telah meninggal dua hari sebelum ditemukan. “Jenazah ditemukan di sumur samping rumahnya dan sudah mulai membusuk,” kata Kapolsek Bangorejo, AKP Hariyanto.

Dari keterangan keluarganya, jelas Kapolsek, korban memiliki riwayat diabetes. Selama dua bulan terakhir, ia mengalami kesulitan tidur. Diduga nenek ini mengalami depresi dan sempat dibawa ke dokter jiwa, namun tak kunjung sembuh.

“Hasil identifikasi menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.

Salah satu tetangga korban, Imron (56), mengatakan awalnya suami korban, Miswan (75), sekitar pukul 16.00 mencari keberadaan istrinya karena sudah dua hari tidak pulang.

Selanjutnya, ia menghubungi tetangganya, Riyanto (57), untuk membantu mencarikan korban. “Suaminya itu sudah tua dan pikun, juga memiliki gangguan pendengaran,” ujarnya.

Atas permintaan suami korban, Riyanto melakukan pencarian di sekitar rumah korban. Saat mencari di dekat sumur, ia mencium bau busuk.

“Riyanto dan Mbah Miswan mengecek kondisi dalam sumur yang mengeluarkan bau busuk,” terangnya.

Saat memeriksa sumur tersebut, terang Imron, ternyata di dalamnya terdapat jenazah dengan posisi tengkurap, sehingga tidak diketahui siapa mayat tersebut. Untuk memastikan, Riyanto membalik mayat yang terapung di air sumur menggunakan kayu.

“Saat jenazah terbalik, ternyata mayat Mbah Martiah yang sedang dicari oleh suaminya,” bebernya.

Kabar penemuan mayat di dalam sumur itu dalam hitungan menit menyebar di kampung. Warga berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa, lalu diteruskan ke Polsek serta Damkarmat.

Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim Damkarmat Sektor Bangorejo bersama TNI, polisi, dan warga setempat. “Sekitar pukul 17.00, jenazah berhasil dievakuasi dan langsung dimakamkan,” jelasnya.

Editor : Agung Sedana
#banyuwangi #nenek