Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Update Proyek Gumitir: Terkendala Hujan, Estimasi Rampung Maju dari Target! Kado Spesial Sopir Logistik di HUT RI

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 12:30 WIB
Salah satu pekerja proyek mengelas besi tulangan untuk penguat dasar Jalur Gumitir.
Salah satu pekerja proyek mengelas besi tulangan untuk penguat dasar Jalur Gumitir.

RADARBANYUWANGI.ID - Pengerjaan perbaikan titik rawan longsor di Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dan Jember berlangsung cukup cepat.

Namun, proses pekerjaan seperti pengeboran, pengecoran, dan pengelasan besi tulangan kerap terhenti akibat hujan.

Pelaksana Proyek Nasional perbaikan Jalur Gumitir, Andre Pandora (31), menyampaikan bahwa hujan menjadi satu-satunya kendala terbesar dalam pengerjaan proyek yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali.

“Kendala paling besar hujan. Kalau hujan, kita pasti berhenti. Stop semua aktivitas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (8/8).

Menurut Andre, saat hujan turun, risiko kecelakaan kerja meningkat jika pekerjaan tetap dilanjutkan.

Salah satu potensi bahaya adalah longsor, terutama karena keberadaan alat berat di lokasi proyek.

“Kalau hujan, tanah yang sudah dibor rawan longsor,” ujarnya.

Selain itu, hujan juga bisa memicu korsleting listrik saat proses pengelasan besi tulangan penguat tanah.

Karena itu, setiap kali turun hujan, para pekerja diminta menghentikan seluruh aktivitas.

“Salah satu alasan kami lembur juga karena mengantisipasi hujan. Setiap pagi sering hujan, sehingga progres pekerjaan diganti malam hari,” jelasnya, seraya menyebut bahwa proses perakitan besi dilakukan setiap hari.

Sejak proyek ini efektif berjalan pada Minggu (27/7) hingga kemarin, Andre mencatat sudah sekitar delapan kali turun hujan, sebagian besar terjadi pada pagi hari.

“Yang paling lama itu pada Rabu (30/7), hampir seharian penuh hujan turun. Saat itu, ya, berhenti total,” tandasnya.

Meski begitu, Andre tetap optimistis proses pengelupasan eksisting proyek dan pengerukan bentangan jalan sepanjang 109 meter bisa diselesaikan sebelum 17 Agustus 2025.

“Asalkan tidak hujan dan alat tidak bermasalah, kami yakin pengecoran dan pengeboran bisa rampung sebelum 17 Agustus,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harapan warga Banyuwangi agar Jalur Gumitir tidak ditutup total tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, operasional dua bore pile untuk pengeboran membutuhkan ruang yang cukup lebar.

Andre menjelaskan bahwa dua alat berat untuk membuat lubang dengan kedalaman 33 meter dan diameter 80 sentimeter itu memerlukan ruang steril sekitar delapan meter.

“Kemarin sudah diukur. Satu alat ini ketemunya bisa delapan meter lebih sedikit. Tentu tidak bisa kalau dibuat sistem buka-tutup,” katanya.

Editor : Agung Sedana
#gumitir #banyuwangi #jember