Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Prihatin! 72 Santri Keracunan, Cek Kesehatan Semua Ponpes Diperintahkan

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 13:13 WIB
Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi
Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi

RADARBANYUWANGI.ID - Kasus keracunan massal yang menimpa 72 santri Ponpes Al Anwari, Kelurahan Kertosari menjadi perhatian serius Pemkab Banyuwangi.

Tidak hanya karena jumlah korban yang cukup banyak, tetapi juga karena lokasi kejadian berada di lembaga pendidikan keagamaan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan sehat bagi para santri.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani  menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian tersebut.

Ia menilai insiden ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan sebuah sinyal kuat bahwa sistem pengawasan kesehatan lingkungan pondok pesantren harus diperkuat.

“Ini menjadi evaluasi buat kita semua, pembelajaran buat kita semua,” ujar Bupati Ipuk.

Ia menambahkan, langkah konkret harus segera dilakukan untuk mencegah kasus serupa terjadi kembali di masa mendatang.

Salah satu langkah yang langsung diinstruksikan adalah penguatan fungsi pengawasan oleh Dinas Kesehatan.

“Saya meminta agar Dinas Kesehatan melakukan cek rutin ke pesantren. Tidak hanya ke pesantren terkait, namun seluruh pesantren di Kabupaten Banyuwangi,” pintanya.

Menurut Ipuk, upaya pencegahan tak cukup hanya dilakukan setelah kejadian. Pemeriksaan dan edukasi harus berlangsung secara berkala dan sistematis.

Ia ingin agar seluruh aspek sanitasi dan keamanan pangan di lingkungan pesantren diperiksa dengan cermat.

“Pengecekan rutin dan sosialisasi harus menyeluruh. Jadi mulai dari fasilitas, kondisi dapur, bahan makanan, semua harus diperhatikan higienitasnya agar hal serupa tidak terjadi kembali,” sambungnya.

Harus ada sistem yang menjamin lingkungan belajar para santri benar-benar sehat dan layak.

Ia juga menyebut pentingnya sinergi antara pengelola pesantren, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya dalam menciptakan standar sanitasi dan kesehatan lingkungan yang lebih baik.

Bupati Ipuk berharap kejadian ini menjadi momentum bersama untuk meningkatkan perhatian terhadap kualitas kesehatan lingkungan. ”Terutama di lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren yang menampung ribuan santri dari berbagai daerah,’’ kata Ipuk.

Sebelumnya, sebanyak 72 santri Ponpes Al Anwari mengalami gejala keracunan makanan. Mereka mengeluhkan mual, muntah, dan diare usai menyantap makanan di dapur pesantren. Seluruh korban telah mendapat penanganan medis.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Banyuwangi telah mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium sebagai bagian dari proses investigasi. (cw5-Dalila Adinda/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Bupati Banyuwangi #dinas kesehatan #santri keracunan #Ipuk Fiestiandani #Keracunan Makanan