Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nelayan Banyuwangi Resah, Alat Tangkap Payung Jurung Diklaim Rugikan Ekosistem

Zamrozi Wahyu • Rabu, 6 Agustus 2025 | 13:58 WIB
Suasana di pesisir Muncar, kapal-kapal nelayan terparkir rapi.
Suasana di pesisir Muncar, kapal-kapal nelayan terparkir rapi.

RADARBANYUWANGI.ID - Keberadaan nelayan payung jurung asal Situbondo yang berada di Pelabuhan Muncar dikeluhkan oleh nelayan setempat.

Keluhan itu muncul karena alat tangkap yang digunakan oleh nelayan andon tersebut berbeda dengan alat tangkap yang biasa digunakan oleh nelayan Muncar.

Para nelayan asal Situbondo yang mencari ikan di Perairan Muncar menggunakan alat tangkap berupa payung jurung, yang menyebabkan ikan-ikan kecil ikut tertangkap.

“Payung jurung itu jaring yang ukurannya sangat kecil,” kata salah satu tokoh nelayan, Kosim (59), asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Rabu (6/8/2025).

Menurut Kosim, nelayan Muncar biasanya menggunakan jaring insang dengan ukuran lubang sekitar dua inci, sehingga ikan kecil tidak ikut terbawa.

Sementara ukuran lubang pada payung jurung kurang dari satu inci, sehingga ikan kecil pun tertangkap.

“Kalau ikan kecil diambil, ke depannya akan sulit mencari ikan. Padahal saat ini sedang musim keluarnya ikan kecil,” terangnya.

Nelayan lain, Mawardi (35), menambahkan bahwa penangkapan ikan kecil oleh nelayan andon dapat merusak ekosistem laut.

Karena itu, keberadaan nelayan Situbondo yang diduga menggunakan payung jurung meresahkan nelayan lokal.

“Sangat meresahkan bila mereka tetap beroperasi. Ini bisa merugikan nelayan Muncar karena hasil tangkapan jadi berkurang,” jelasnya.

Editor : Agung Sedana
#banyuwangi #muncar