Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

72 Santri Ponpes Al Anwari Tumbang Usai Makan, Dinkes Banyuwangi: Diduga Kontaminasi Bakteri

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 5 Agustus 2025 | 12:30 WIB
CEGAH PENYEBARAN: Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat bersama stafnya mendatangi Ponpes Al Anwari, Kelurahan Kertosari, Senin (4/8) pagi.
CEGAH PENYEBARAN: Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat bersama stafnya mendatangi Ponpes Al Anwari, Kelurahan Kertosari, Senin (4/8) pagi.

RADARBANYUWANGI.ID - Jumlah santri yang mengalami keracunan makanan di Pondok Pesantren Al Anwari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi bertambah.

Setelah sebelumnya 18 santriwati dibawa ke IGD RSUD Blambangan, data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi menyebutkan ada 72 santri yang mengalami gejala serupa setelah menyantap makanan di pesantren.

Senin (4/8) Dinkes langsung menerjunkan personelnya ke Ponpes tersebut. Insiden ini diduga kuat sebagai kejadian luar biasa (KLB) akibat kontaminasi makanan yang dikonsumsi dari dapur pondok.

"Ada 72 santri yang memiliki keluhan yang sama. Sebanyak 20 santri dirujuk ke IGD RSUD Blambangan, tiga orang dirawat di Klinik Sinta. Sedangkan 49 lainya masih dirawat di lingkungan pondok," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.

Para santri yang dilaporkan menderita keracunan mengalami gejala umum keracunan seperti mual, muntah, diare, demam, pusing, dan nyeri perut.

Berdasarkan penyelidikan awal dari tim Puskesmas dan Dinas Kesehatan, dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan akibat kontaminasi biologis dari bakteri seperti Salmonella, E. Coli, Shigella, atau Staphylococcus Aureus.

Hal ini diperkuat dengan indikasi penyimpanan makanan yang tidak higienis. Bahan baku makanan mungkin saja tercemar serta proses pengolahannya belum memenuhi standar sanitasi.

Dari hasil surveilens awal, ada kontaminasi biologis berupa bakteri akibat bahan baku makanan yang tercemar, penyimpanan makanan yang tidak higienis, dan proses pengolahan yang tidak memenuhi standar sanitasi.

”Selain itu kurangnya kebersihan peralatan masak dan tangan petugas dapur yang tidak terjaga," ungkap Amir.

Tim dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi daftar kasus.

Mulai mewawancarai santri dan pengelola dapur, serta menelusuri makanan terakhir yang dikonsumsi.

Tim dari Labkesda juga melakukan pengambilan sampel makanan, air minum, peralatan masak, dan feses pasien.

Hasilnya nanti akan dipastikan dengan lebih rinci setelah keluar hasil laboratorium dari Labkesda.

Dinkes langsung melakukan edukasi terkait higienitas dan sanitasi pangan  kepada seluruh pengelola dapur pondok.

”Kita juga melakukan pemantauan kondisi santri dilakukan secara intensif, termasuk distribusi oralit, obat-obatan, dan vitamin untuk mendukung pemulihan,’’ kata Amir.

Petugas juga terus mengamati kondisi para santri yang tinggal di pesantren. Amir mengatakan, jika terjadi kondisi buruk, santri akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

"Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengimbau seluruh lembaga pendidikan dan pesantren agar meningkatkan standar keamanan pangan serta kebersihan lingkungan untuk mencegah kejadian serupa," pesannya.

Diberitakan sebelumnya, belasan santriwati asal Pondok Pesantren Al Anwari, Kelurahan Kertosari dilarikan ke IGD RSUD Blambangan, Minggu (3/8) malam.

Diduga para santri putri tersebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan di pesantren.

Dokter IGD RSUD Blambangan, dr M Azmi Hanief mengatakan, ada 18 santriwati yang dirawat di IGD RSUD Blambangan dari Ponpes Al Anwari.

Mereka datang secara bergelombang sejak pukul 18.00.  "Dari pemeriksaan fisik mereka mengalami keracunan makanan," kata dr Azmi.

Dia menambahkan, semua santri yang datang mengeluhkan gejala yang sama. Pusing, mual, muntah, diare, dan lemas. Azmi menyimpulkan belasan santriwati tersebut mengalami kejadian yang sama, yaitu keracunan makanan.

"Lima santri harus menjalani rawat inap, yang 13 masih kita observasi. Kalau kondisinya memburuk harus dirawat inap. Kalau yang ringan mungkin bisa rawat jalan," ungkapnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Dinkes Banyuwangi #santri keracunan #bakteri #Keracunan Makanan