RADARBANYUWANGI.ID - Perahu nelayan milik Sugimin (50), asal Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, terbalik diterjang ombak di perairan Plawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, pada Selasa (30/7) pagi.
Sugimin yang saat itu hendak pulang dari melaut bersama dua temannya Supono (45), tetangganya, dan Rian (30), asal Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, berhasil selamat semua.
“Perahu pecah dan terbalik,” terang Sugimin kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Saat perahunya diterjang ombak, Sugimin dan kedua temannya langsung melompat ke laut. Mereka sempat terombang-ambing di laut hingga dua jam lamanya.
“Kami berenang dan akhirnya ditolong nelayan,” terangnya.
Sugimin mengaku berangkat melaut untuk mencari ikan di tengah Laut Selatan bersama dua temannya, Supono dan Rian, pada Senin (28/7) malam.
“Setiap hari mencari ikan ke tengah, kalau di pinggir biasanya mencari benur,” katanya.
Merasa tangkapannya sudah cukup, jelas dia, pada Selasa (29/7) pagi mereka berniat pulang setelah berhasil menangkap ikan jenis banyar sekitar dua kuintal.
“Kami pulang senang dengan membawa banyak ikan,” cetusnya.
Sesampai di perairan Plawangan, terang dia, tiba-tiba datang angin kencang disertai ombak besar yang menerjang perahunya dari arah belakang.
Akibatnya, perahu speed yang mereka naiki pecah dan terbalik.
“Bagian bawah perahu pecah dan terbalik,” jelasnya.
Saat kejadian itu, terang dia, sekitar pukul 06.30 WIB. Biasanya, para nelayan melewati perairan yang dikenal ganas ombaknya itu sekitar pukul 07.00.
“Kondisi masih sepi, belum ada nelayan yang pulang. Kami melompat ke laut dan terombang-ambing selama dua jam,” bebernya.
Ketiga nelayan itu hanya bisa pasrah dengan berpegangan pada perahu yang posisinya terbalik. Dua jam kemudian, ada warga yang melihat dan mengevakuasi mereka.
“Gelombang dan angin mengarah ke barat. Kami hanya bisa pasrah, untungnya tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Akibat kecelakaan laut itu, jelas dia, perahunya rusak berat. Semua barang yang ada di perahu jatuh ke laut dan yang tersisa hanya satu mesin yang terjerat jaring. “Semua ikan tumpah ke laut, kerugian sekitar Rp 40 juta,” ungkapnya.
Anggota Satpolairud Grajagan, Bripka Agam, membenarkan adanya kecelakaan laut tersebut.
“Saat itu, kondisi cuaca sedang buruk, ombak dan angin besar. Ada satu perahu dengan tiga nelayan dihantam ombak di Plawangan. Beruntung tidak ada korban jiwa,” katanya.
Editor : Agung Sedana