Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nyai Masadah Basyirudin Kebonrejo Tutup Usia, Inspirator Teladan Tokoh Banyuwangi Selatan

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 29 Juli 2025 | 13:00 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama sang suami Abdullah Azwar Anas, Wabup Mujiono berdoa didepan jenazah Nyai Hj Masadah Basyirudin.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama sang suami Abdullah Azwar Anas, Wabup Mujiono berdoa didepan jenazah Nyai Hj Masadah Basyirudin.

RADARBANYUWANGI.ID - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. 

Istri almarhum KH Imam Zarkasyi, yakni Nyai Hj Masadah Basyirudin, wafat pada Minggu pagi (28/7) sekitar pukul 05.30 WIB.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, almarhumah sempat menjalani perawatan medis di RSUD Genteng akibat keluhan sesak napas. 

“Seminggu terakhir bolak-balik rumah sakit. Sempat membaik dan dibawa pulang, tapi akhirnya kembali dirawat hingga wafat,” ujar KH Muafiq Amir, salah satu dewan pengasuh Ponpes Bustanul Makmur.

Kepergian Nyai Masadah turut mendapat perhatian tokoh daerah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Abdullah Azwar Anas, dan Wakil Bupati Mujiono menyempatkan diri bertakziah sebelum melepas pembukaan Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) di Pesanggaran.

“Ibu Ipuk, Mas Anas, dan Pak Wabup sempat mengikuti tahlil. Setelah itu pamit karena harus membuka TDBI,” imbuh Kiai Muafiq.

Menurutnya, kondisi kesehatan Nyai Masadah sempat membaik dan hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan penyakit berat.

“Sakitnya karena sudah sepuh. Hasil cek kesehatan semuanya normal, hanya sesak napas yang dikeluhkan,” jelasnya.

Selama ini, almarhumah dikenal sebagai sosok yang istiqomah dan sangat aktif membina santri putri. Bahkan, sebelum mengeluh sakit, beliau masih rutin mengimami salat berjamaah di asrama.

“Beliau itu setiap hari mengimami salat santri putri, sebelum akhirnya mengeluh sesak,” tuturnya.

Sebagai istri dari ulama besar KH Imam Zarkasyi, Nyai Masadah turut berperan penting dalam membangun dan membesarkan Pondok Pesantren Bustanul Makmur.

“Beliau sosok penting di balik kehebatan Kiai Zarkasyi,” terang Ketua Yayasan Ibrahimy itu.

Keteladanan Nyai Masadah bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga lewat perbuatan.

“Beliau jarang memberikan dawuh, tapi mengajari dengan contoh nyata,” ungkapnya.

Salah satu tradisi yang terus dijaga adalah kebiasaan khataman Alquran mingguan yang diwariskan sejak masa KH Imam Zarkasyi.

“Sejak zaman Kiai Zarkasyi, setiap Kamis khatam Alquran. Lalu mulai lagi, dan khatam lagi di Kamis berikutnya. Tradisi itu diteruskan oleh Nyai Masadah sampai akhir hayatnya,” pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#Nyai Masadah Basyirudin #meninggal dunia #banyuwangi