RADARBANYUWANGI.ID - Penutupan total Jalur Gumitir sejak 24 Juli 2025 mulai memunculkan dampak serius terhadap arus lalu lintas di Banyuwangi. Efek domino pun mulai terjadi.
Salah satu titik yang kini mengalami tanda-tanda kepadatan kendaraan cukup signifikan adalah jalur menuju kawasan wisata Kawah Ijen.
Jalur yang biasanya ramai di akhir pekan oleh wisatawan kini dipadati pula oleh kendaraan logistik, travel, hingga pengendara yang mencoba memutar arah menghindari kemacetan Situbondo dan Bondowoso.
Kondisi ini memicu kekhawatiran baru. Pasalnya, jalur menuju Ijen bukanlah rute yang dirancang untuk menampung lalu lintas berat atau padat.
Jalanan sempit, menanjak, dan penuh kelokan tajam dengan jurang di sisi jalan menjadi potensi bahaya serius jika tidak diantisipasi.
Beberapa titik rawan yang menjadi perhatian antara lain tanjakan Licin–Jambu hingga sepanjang erek-erek menuju kawasan Pos Paltuding.
Selain minim rambu keselamatan, jalur ini juga memiliki penerangan yang terbatas pada malam hari.
Lonjakan volume kendaraan, terutama saat pagi dan sore, membuat risiko kecelakaan meningkat. Apalagi banyak pengendara luar kota yang tidak familiar dengan kondisi medan.
“Sekarang banyak kendaraan besar ikut lewat sini. Biasanya cuma mobil wisata, tapi sekarang truk-truk mulai muncul juga,” ujar warga yang mengirimkan video kepadatan ke Radar Banyuwangi.
Ia mengaku was-was karena jalan yang biasa dilalui penduduk lokal kini terasa seperti jalur alternatif darurat.
Kekhawatiran bertambah saat cuaca berkabut atau hujan turun. Jalur Ijen dikenal memiliki banyak titik blind spot dan turunan curam yang bisa sangat licin.
Dengan kondisi seperti itu, tabrakan beruntun atau kendaraan tergelincir bukan hal mustahil terjadi.
Disisi lain kemacetan mulai terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang. Pagi ini, nampak kemacetan yang mengular panjang sekitar 10 KM dari arah Situbondo.
Kemacetan ini diprediksi akan semakin parah saat bentrok dengan event tahunan Banyuwangi, Tour De Ijen Banyuwangi.
JHingga kini, belum ada pengalihan arus resmi ke jalur Ijen sebagai jalur alternatif utama.
Namun, secara alami, banyak pengendara yang menggunakan rute ini sebagai “jalan tikus” untuk menghindari kemacetan Bondowoso dan jalur utara Situbondo yang juga mulai padat akibat dampak penutupan Gumitir.
Editor : Agung Sedana