RadarBanyuwangi.id - Jari Muhammad Arham,12, pelajar kelas VI SD di Dusun Purwodadi, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, mendadak bengkak. Cincin yang melingkar di jari telunjuk pada tangan kirinya, tidak bisa lepas sejak Rabu (16/7) malam.
Cincin yang semula dibeli di pasar itu, iseng dipakai di jari. Meski sudah tahu tidak sesuai ukuran jarinya, ia tetap nekat memakainya. “Cincin gak bisa dilepas dan membuat jari telunjuk bengkak. Sudah coba dilepas pakai pelican dan lainnya tidak bisa,” terang kakak Arham, Peni Nuraini, 33.
Peni menyebut, saat cincinnya tidak bias dilepas, lama kelamaan adiknya merintih kesakitan. Ia berupaya mencari bantuan untuk melepas cincin yang mengikat jari tersebut. “Mulanya mau dipotong pakai gerinda, tapi takut kenapa-napa pada jarinya, akhirnya tidak jadi,” ucapnya.
Karena buntu, ia meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) dengan mendatangi di Kantor Sektor Genteng. “Teman kasih video dari IG (Instagram) yang memperlihatkan petugas pernah melepaskan cincin dari tangan orang. Dari situ saya mengajak adik naik motor ke kantor pemadam di Kecamatan Genteng,” ungkap Peni.
Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno mengatakan, usai mendapat laporan langsung mengidentifikasi dan menjelaskan prosedur dan risiko pemotongan kepada korban. Setelah mendapatkan persetujuan, proses pelepasan cincin menggunakan mini grinder dilakukan. “Butuh waktu sekitar 20 menit hingga cincin berhasil dipotong tanpa menimbulkan luka pada jari anak itu,” ujarnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi