RadarBanyuwangi.id - kini harus bersabar, untuk bisa melintasi Kali Sungailembu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, meraka harus menyeberangi sungai yang ketinggian normalnya di betis orang dewasa, Rabu (16/7). Pasalnya, Jembatan Sungailembu yang selama ini jadi akses utama ambruk.
Sejak pagi, warga harus berebut jalan untuk menyeberangi sungai. Karyawan kebun, guruk, anak sekolah, hingga penyadap karet berebut melintasi sungai di titik penyeberangan yang disebut Pal Merah. “Sejak pagi kami di sini, membantu warga menyeberangi sungai. Untuk sementara warga harus lewat sungai,” kata Camat Pesanggaran, Andik Basuki.
Andik menyebut, untuk sementara mobilitas warga akan dialihkan ke Pal Merah yang berjarak sekitar 1,5 kilometer sebelah selatan jembatan yang ambruk. “Jalur itu memang sudah ada. Biasanya digunakan truk milik kebun melintas, untuk roda dua jarang yang lewat situ,” ujarnya.
Menurut Andik, masih ada satu lagi jalur sungai yang akan digunakan untuk menyeberangi sungai. Pembukaan jalur baru dengan membelah sungai yang dianggap paling dangkal di sekitar lokasi, saat ini dibantu alat berat milik PTPN 1 Regional 5, Kebun Sungailembu. “Sekarang ini masih dilebarkan aksesnya dengan alat berat milik kebun, agar bisa dilalui kendaraan roda empat,” tandasnya.
Penderitaan warga itu, setidaknya sampai jembatan darurat yang dijanjikan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPUCKPP) Banyuwangi, rampung dikerjakan. “Akan kami kebut pengerjaannya, rencananya besuk (hari ini) akan dropping bahan dari (gudang PU) Banyuwangi,” cetus Direksi Teknik Lapangan DPUCKPP Banyuwangi, Rustam Effendi.
Rustam mengatakan, jembatan darurat yang akan dibuat itu, tentu tidak asal-asalan. Material yang digunakan juga bukan kayu, melainkan besi baja dan akan digarap semaksimal mungkin untuk bisa dilewati secepatnya. “Kami buat menggunakan besi baja agar kuat,” katanya.
Jembatan darurat itu, lanjut dia, lokasinya tidak sampai satu meter di sebelah utara tembatan yang rusak. Dengan bentangan 15 meter, kelebaran jembatan darurat hanya dibuat kurang dari dua meter. “Ini hanya bisa dilalui roda dua dan harus bergantian,” paparnya seraya mentarget proses pengerjaan akan selesai dua hari terhitung Kamis (17/7)).
Untuk perbaikan jembatan utama, lanjut dia, masih belum bisa dipastikan kapan akan dikerjakan. Menurutnya, proses itu harus melewati proses penganggaran guna belanja material dan ongkos pekerja. “Saat ini konsultan kami sedang menggambar dan menghitung rencana anggarannya, nanti akan kami notakan ke atasan untuk selanjutnya dilakukan pengajuan anggaran,” cetusnya.
Salah satu warga, Sugiyanto, 54, berharap perbaikan jembatan itu segera diselesaikan. Bukan hanya jembatan darurat, tapi pembangunan jembatan utama pengganti jembatan yang rusak. “Kalau debit air tiba-tiba naik, kita tidak bisa apa-apa, jadi kami harap segera diperbaiki jembatannya,” pintanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi