Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PLN Kaget! Posisi Diduga Bangkai KMP Tunu Kini Nyaris Sentuh Kabel Bawah Laut Jawa-Bali

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:00 WIB
KEDALAMAN 49 METER: Objek diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya tertangkap kamera bawah laut milik TNI AL yang direkam di perairan Selat Bali, Rabu (9/7).
KEDALAMAN 49 METER: Objek diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya tertangkap kamera bawah laut milik TNI AL yang direkam di perairan Selat Bali, Rabu (9/7).

RADARBANYUWANGI.ID - Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada II (Danguspurla Koarmada II), Laksamana Pertama TNI Endra Hartono mengatakan,  dari hasil operasi bawah air di hari ke delapan pencarian memperlihatkan gambaran yang lebih jelas tentang objek yang diduga bangkai KRI Tunu Pratama Jaya.

Dalam visualisasi yang disampaikan, objek tersebut berada pada kedalaman 49 meter dan berada di titik 30 meter dari kabel bawah laut milik PLN.

Namun, Endra belum bisa memastikan 100 persen bahwa objek tersebut adalah KMP Tunu Pratama Jaya.

Apalagi saat proses perekaman, kamera bawah air sempat hanyut akibat derasnya arus di bawah.

"Kita akan kembali memastikan gambaran objek tersebut setelah KRI Spica 934 tiba pada Rabu siang. Hasilnya, kita berikan kepada Basarnas untuk memastikan langkah yang dilakukan. Yang jelas posisinya berada 30 meter dari kabel laut," tegasnya.

Mendengar laporan tersebut, PLN segera melakukan langkah antisipasi. Senior Manager PLN UITJBM Inda Puspanugraha mengatakan, pihaknya terus mengawasi proses evakuasi yang dilakukan di sekitar jaringan cablehead bertegangan 150 Kv.

Inda mengatakan jangan sampai terjadi aktivitas yang akhirnya membuat proses penyelaman dan fasilitas listrik terganggu.

"Karena itu kita butuh detail gambaran saat operasi underwater berlangsung," tegasnya.

Terkait dengan rekomendasi PLN untuk pengangkatan bangkai kapal, Inda mengaku belum bisa memberikan jawaban.

Sebab, PLN cukup terkejut dengan posisi bangkai kapal yang sangat dekat dengan jaringan kabel.

Saat kejadian, awalnya terpantau sekitar 1,3 kilometer dari kabel, kini bergeser sampai 30 meter.

PLN akan melakukan langkah antisipatif  jika nantinya jaringan kabel tersebut ikut terdampak.

Bagaimana cara mengelola aliran listrik dari empat kabel tersebut agar tidak mengganggu pasokan listrik ke Pulau Bali.

"Teknis diangkat atau tidaknya kita lihat dulu. Apakah diangkat justru mengganggu atau tidak. Kita minta diberi detail gambaran di setiap kegiatan di sana," kata Inda. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#bangkai kapal #jawa-bali #KMP Tunu Pratama Jaya #pln #selat bali #banyuwangi #kabel bawah laut #kapal tenggelam