Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kodim dan Gus Nur Gelar Doa Gaib, Korban Kapal Tenggelam Tiba-Tiba Ditemukan!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 9 Juli 2025 | 16:19 WIB
Gus Nur bersama Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo melaksanakan salat gaib di Pantai Gumuk Kantong, Muncar, Banyuwangi, Selasa dini hari (8/7).
Gus Nur bersama Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo melaksanakan salat gaib di Pantai Gumuk Kantong, Muncar, Banyuwangi, Selasa dini hari (8/7).

RADARBANYUWANGI.ID - KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali hingga, Selasa (8/7) masih misterius. Korban belum semuanya ditemukan.

Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk mengumandangkan doa. Personel Kodim 0825 bersama Wahyu Nur Hafifi alias Gus Nur selaku pengasuh Ponpes Jagad Sholawat Desa Bagorejo, Srono melakukan ikhtiar lewat salat ghaib dan berdoa di pantai.

Doa-doa terus dipanjatkan dengan harapan semua korban segera ditemukan.

Jika sebelumnya Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) menggelar ritual di Pantai Watudodol, kali ini Gus Nur  bersama para santrinya melaksanakan ritual spiritual di Pantai Gumuk Kantong, Kecamatan Muncar, Selasa dini hari  (8/7).

Ritual dimulai Senin (7/7) pukul  22.30 hingga Selasa dini hari pukul 00.30, Selasa (8/7).

Gus Nur menyebut ritual dilakukan sebagai bentuk wasilah atau perantara doa yang  diawali dengan salat gaib berjemaah tanpa sujud. Ritual tersebut dilaksanakan di pinggir pantai.

Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo ikut bergabung dengan Gus Nur diikuti para santri Jagad Sholawat.

Mengenakan baju koko warna putih, Dandim dan Gus Nur tampak khusyuk berdoa usai salat gaib.

Keduanya berdiri di pantai sembari memanjatkan doa-doa supaya semua korban kapal tenggelam segera ditemukan.    

”Salat gaib kami lakukan jamak serta kami khususkan untuk para korban yang belum ditemukan. Setelah itu, kami lanjutkan dengan zikir yang dibaca Nabi Yunus ketika ditelan ikan, yaitu Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin. Harapannya, doa ini bisa didengar oleh lautan dan menunjukkan keberadaan para korban,” ungkap Gus Nur yang dikenal memiliki kemampuan supranatural linuwih itu.

Hebatnya, pada subuh harinya (8/7)  usai pelaksanaan ritual, dilaporkan bahwa salah satu korban kapal tenggelam ditemukan di perairan Muncar oleh para nelayan. Gus Nur tidak ingin mengklaim temuan tersebut berkat doa yang dipanjatkan.

”Tapi ini menjadi ikhtiar demi membantu proses pencarian melalui ritual. Kami melakukan hal ini murni atas dasar kemanusiaan, karena turut prihatin dengan yang dialami keluarga korban yang masih menanti kabar,”  kata dia.

Jika hasilnya dianggap bermanfaat untuk  proses pencarian korban, Gus Nur  berencana melanjutkan ritual lagi. Tempatnya tetap di pantai dengan jumlah peserat lebih besar.

 “Kami berencana menggelar ritual lanjutan di Pantai Muncar dengan skala lebih besar. Tidak hanya diikuti para santri, masyarakat umum juga boleh ikut,’’ kata Gus Nur.

Sementara itu, sebagai bentuk duka cita dan solidaritas terhadap korban musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, anggota Kodim 0825/Banyuwangi melaksanakan salat gaib di Masjid Ahmad Yani, Makodim 0825 Banyuwangi, Selasa (08/7).

Saalat gaib  diikuti oleh seluruh prajurit dan PNS Kodim 0825 dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan empati TNI terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan, serta doa bersama agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Arh) Joko Sukoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan dan spiritual untuk mendoakan para korban.

“Kami semua turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan korban yang belum ditemukan segera bisa dievakuasi,” ujar Dandim.

Kodim 0825 terus bersinergi dengan instansi terkait dalam mendukung proses pencarian korban dan penanganan pasca kecelakaan.

”Kami berharap seluruh elemen masyarakat turut mendoakan dan memberikan dukungan moril bagi para keluarga korban,’’ kata prajurit TNI asal Batu, Malang itu. (M. KSATRIA RAYA/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kodim #ritual gaib #gus nur #KMP Tunu Pratama Jaya #selat bali #korban ditemukan #muncar #kapal tenggelam