Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

TNI AL Kerahkan KRI Spica & 37 Penyelam, Lokasi KMP Tunu Diduga Bergeser!

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 8 Juli 2025 | 13:30 WIB
SURVEI LOKASI: Para penyelam profesional dan personel TNI AL disiapkan untuk mencari titik lokasi tenggelamnya KMP Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Senin (7/7).
SURVEI LOKASI: Para penyelam profesional dan personel TNI AL disiapkan untuk mencari titik lokasi tenggelamnya KMP Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Senin (7/7).

RADARBANYUWANGI.ID - Upaya evakuasi korban KMP Tunu Pratama Jaya benar-benar akan dimaksimalkan.

Pencarian hari keenam Senin (7/7) difokuskan pada titik lokasi keberadaan KMP Tunu. Sekitar 22 penyelam profesional dan 15 penyelam TNI AL disiapkan untuk melakukan pencarian.

Saat ini posisi KMP Tunu diduga bergeser dari titik awal yang dideteksi dari Automatic Identification System (AIS) milik kapal tersebut.

Panglima Komando Armada II Laksda TNI I G.P. Alit Jaya mengatakan, tim penyelam Kopaska sudah menyisir titik 800 sampai 1000 yard dari titik datum dengan kedalaman sampai 12 meter.

Karena kencangnya arus dan minimnya visibilitas pencarian pun dihentikan.

TNI AL tengah menunggu kedatangan kapal perang canggih KRI Spica 934 dalam misi pencarian.

Kapal dengan teknologi Side Scan Sonar (SSS) itu diharapkan bisa mempercepat penemuan lokasi KMP Tunu.

"Para penyelam melaporkan kondisi arus di bawah cukup kencang. Visibilitas terbatas, sehingga pencarian harus dihentikan." kata Alit.

Deputi Bidang Operasi Pencarian, Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan, hingga hari keenam, operasi SAR KMP Tunu masih berlangsung di semua sisi. Baik itu di SRU Laut, Udara dan Darat.

Eko mengatakan setidaknya ada 1.022 orang yang terlibat dalam operasi tersebut. Ada Basarnas, TNI, Polri, Damkar, Bakamla, BPTD, KSOP, Pramuka, ASDP, Dinas Perhubungan, Tagana, dan relawan.

Melihat besarnya potensi SDM, Eko mengatakan pencarian korban KMP Tunu akan dilakukan lebih lama. Sesuai standar operasi SAR, seharusnya pencarian tuntas Selasa hari ini (8/7).

Namun, sesuai dengan instruksi Kepala Basarnas sekaligus permintaan Presiden RI, Prabowo Subianto pencarian akan terus dilakukan sampai tuntas.

Eko bahkan mengisyarakatkan akan melakukan pengangkatan bangkai KMP Tunu dalam proses SAR kali ini.

"Seharusnya selesai besok (hari ini). Tapi, kita akan tambah tiga hari lagi, sampai semua bisa dievakuasi. Ini juga pasti sesuai dengan harapan keluarga korban," tegasnya.

Terkait dengan data manifes yang belum pasti, Eko mengaku tim DVI masih terus melakukan pencocokan data.

Karena itu, tim SRU darat terus menambah data anter mortem sebanyak mungkin. Untuk memastikan berapa data yang bisa diungkap.

"kita terus melakukan pencocokan data (manifest) dengan tim DVI di lapangan, karena itu data kita ambil sebanyak mungkin," ungkapnya.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mendukung upaya pengangkatan KMP Tunu. Karena sesuai aturan mewajibkan kerangka kapal yang berada di alur pelayaran harus diangkat.

Untuk kapal yang berada di kedalaman 0-100 meter diberi waktu maksimal 3 bulan. Sedangkan yang tidak di jalur pelayaran diberi waktu sampai 6 bulan.

"Pengangkatan kapal harus diupayakan," tegasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#tni al #KMP Tunu Pratama Jaya #selat bali #pencarian korban #kapal tenggelam