RADARBANYUWANGI.ID - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (7/7/2025).
Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi kali ini memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 18.000 meter di atas puncak gunung.
Jika dikalkulasikan dengan ketinggian puncak Lewotobi Laki-laki yang berada di sekitar 1.584 meter di atas permukaan laut, maka total ketinggian kolom abu mencapai sekitar 19.500 meter di atas permukaan laut.
Fenomena ini menjadikan erupsi kali ini sebagai salah satu letusan tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi sekitar 512 detik,” terang petugas PVMBG dalam keterangan resminya.
PVMBG juga menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level IV (Awas). Warga sekitar diimbau untuk tidak beraktivitas di radius 7 hingga 8 kilometer dari pusat kawah.
Potensi guguran batu, hujan abu lebat, hingga aliran lahar dingin dikhawatirkan dapat membahayakan permukiman di lereng gunung, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Dampak erupsi ini juga mulai dirasakan di sektor transportasi udara. Beberapa maskapai penerbangan dilaporkan melakukan penyesuaian jadwal, terutama untuk rute-rute dari dan ke bandara terdekat di Flores Timur hingga Bali.
Maskapai meminta calon penumpang memantau informasi terbaru terkait potensi penutupan jalur penerbangan jika kolom abu semakin meluas.
Selain itu, pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengevakuasi sebagian warga yang tinggal di zona merah.
Petugas gabungan dikerahkan untuk mendistribusikan masker, menyiapkan tempat penampungan sementara, serta memastikan logistik mencukupi bagi warga terdampak.
Gunung Lewotobi Laki-laki memang tercatat cukup aktif sejak awal 2024. Sebelumnya, erupsi pada 17 Juni 2025 juga sempat menghasilkan kolom abu setinggi 10 kilometer.
Namun letusan terbaru ini tercatat sebagai yang tertinggi, menandakan aktivitas magmatik di perut gunung masih kuat dan perlu diwaspadai.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari pos pengamatan gunung api terdekat.
Warga diimbau menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Editor : Agung Sedana