RADARBANYUWANGI.ID - Pada hari ketiga (5/7) insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, upaya pencarian korban masih belum membuahkan hasil.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencari korban maupun posisi kapal.
Satu tim relawan terdiri para penyelam handal ikut dilibatkan dalam operasi pencarian hari ketiga.
Para penyelam tergabung dalam Indonesian Divers Rescue Team (IDRT), sebuah lembaga relawan spesialis pencarian bawah air.
Tim penyelam IDRT yang dipimpin oleh penyelam profesional Hendrata Yudha telah diterjunkan untuk mendukung Basarnas dalam proses pencarian korban.
Menurut Hendrata, tim yang saat ini (5/7) berada di lapangan adalah Tim Alfa yang berjumlah delapan orang.
“Tugas kami adalah melakukan asesmen awal terhadap kemungkinan lokasi kapal tenggelam. Kami bertugas melakukan pencarian korban yang masih tertinggal di bawah air, sama seperti Basarnas,” ujar Hendrata.
Ia menegaskan bahwa dalam setiap operasi, IDRT selalu bekerja di bawah koordinasi langsung Basarnas.
“Kami adalah mitra Basarnas, semua gerakan kami berada di bawah koordinasi mereka,” kata Hendrata.
Lebih lanjut Hendrata menjelaskan, titik pencarian saat ini ditentukan berdasarkan koordinat GPS yang diberikan oleh Basarnas.
Namun, ia mengingatkan adanya potensi pergeseran posisi bangkai kapal akibat arus laut.
“Dari pengalaman kami, jika arus laut cukup kuat, bisa memengaruhi posisi kapal di dasar laut,” tambahnya.
Basarnas juga mengerahkan teknologi pemantauan bawah air melalui pesawat tanpa awak Aerofly guna melakukan scaning di area titik di bawah laut.
Hasil scaning tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi tim penyelam IDRT untuk turun ke lokasi.
“Hari ini (kemarin), kami masih belum menyelam karena menunggu hasil evaluasi kondisi arus selat bali dan hasil pemindaian,” ujar Hendrata.
Hendrata juga menambahkan bahwa IDRT telah memiliki pengalaman panjang dalam mendukung operasi SAR besar di Indonesia yang jatuh di perairan Indonesia.
“Kami sudah terlibat bersama Basarnas sejak operasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Kalimantan, pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, hingga Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu,” ungkapnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin