Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Polwan Polresta Dampingi Korban Selamat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Sigit Hariyadi • Jumat, 4 Juli 2025 | 02:13 WIB
EMPATI: Polwan Polresta Banyuwangi mengajak berbicara sekaligus memberi dukungan moral kepada korban selamat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya kemarin (3/7).
EMPATI: Polwan Polresta Banyuwangi mengajak berbicara sekaligus memberi dukungan moral kepada korban selamat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya kemarin (3/7).

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sejumlah Polwan dari Polresta Banyuwangi turun langsung memberikan pendampingan kepada para korban selamat tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Kamis (3/7). Kegiatan ini dilakukan di Posko Ketapang sebagai bentuk dukungan psikologis melalui program trauma healing.

Para korban selamat, terutama perempuan dan anak-anak, terlihat masih dalam kondisi terguncang (shock) akibat insiden yang mereka alami di perairan Selat Bali tersebut. Untuk itu, Polwan Polresta Banyuwangi  memberikan perhatian khusus melalui pendekatan humanis, seperti mengajak berbicara, mendengarkan keluhan, hingga memberi motivasi.

“Kami ingin memastikan bahwa para korban tidak hanya selamat secara fisik, tapi juga pulih secara psikis," ujar salah satu Polwan Polresta Banyuwangi Brigadir Putri Anita.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan para survivor (orang yang selamat) bisa kembali pulih secara menyeluruh.

Baca Juga: Nahkoda KMP Tunu Pratama Jaya Belum Ditemukan, Diprediksi Ikut Tenggelam Bersama Kapal

Kehadiran Polwan dalam proses evakuasi dan penanganan korban mendapat apresiasi dari keluarga korban. Pendekatan yang lembut dan penuh empati dinilai sangat membantu mengurangi tekanan emosional para korban selamat.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Dia  menegaskan bahwa seluruh jajaran Polresta Banyuwangi terus mengerahkan personel dan sumber daya untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, hingga pendampingan terhadap para korban.

"Kami turut berduka cita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam peristiwa ini. Untuk para survivor, kami pastikan penanganannya berjalan maksimal dan humanis, mulai dari evakuasi, pemeriksaan medis, hingga pendampingan psikologis,” tutur Kapolresta Rama di Pelabuhan ASDP Ketapang.

Kapolresta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam proses SAR, termasuk TNI, Basarnas, BPBD, pemkab, relawan, hingga masyarakat pesisir yang aktif membantu. “Ini adalah kerja bersama. Kami sangat mengapresiasi seluruh unsur yang bahu-membahu sejak awal kejadian. Kolaborasi inilah yang memungkinkan upaya pencarian dan penanganan korban berjalan efektif,” tuturnya.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono menabahkan bahwa  Polwan Polresta juga dikerahkan untuk melakukan trauma healing sebagai bentuk dukungan emosional kepada para korban. “Kami juga membuka jalur komunikasi dengan keluarga korban dan memastikan informasi yang disampaikan valid, cepat, dan empatik. Harapan kami, proses ini bisa memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga yang menanti,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#polresta #polresta banyuwangi #Kapal Tenggeam