RADARBANYUWANGI.ID - KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di tengah Selat Bali, Rabu malam, 2 Juli 2025 sekitar pukul 23:20 WIB. Hingga Kamis pagi (3/7) pukul 09.30 WIB, tim SAR mencatat 34 korban telah ditemukan.
30 diantara 65 total korban ditemukan dalam kondisi selamat. Sedangkan 4 meninggal dunia. Sisanya masih dalam pencarian.
Sebanyak 53 merupakan penumpang, sementara 12 orang adalah crew kapal.
Menurut Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setyabudi, sinyal darurat pertama diterima pukul 23.20 WIB, hanya 24 menit setelah kapal bertolak pukul 22.56 WIB.
Lima belas menit kemudian, petugas Syahbandar melihat lambung kapal benar-benar terbalik di koordinat –8°09′ S, 114°25′ E.
Kronologi awal menunjukkan kebocoran di ruang mesin yang memicu pemadaman listrik total (blackout).
Tanpa daya dan dihempas gelombang setinggi 2,5 meter, kapal kehilangan keseimbangan lalu karam dalam hitungan menit.
Empat korban pertama yang terdiri 3 penumpang dan seorang kepala kamar mesin berhasil menyelamatkan diri dengan sekoci darurat dan mendarat di Pantai Cekik, Gilimanuk.
Mereka menceritakan detik-detik panik saat air mulai masuk kabin, lampu padam, dan penumpang berebut jaket pelampung di kegelapan.
Operasi penyelamatan digelar gabungan Basarnas Banyuwangi, Basarnas Denpasar, KPLP, Lanal, Satpolairud, dan nelayan setempat.
Sepuluh armada termasuk dua RIB dan satu tug boat menyisir sektor selatan lintasan karena arus kuat mengarah ke Samudra Hindia.
Cuaca buruk menjadi kendala utama; angin timur daya 25 knot memacu ombak 2–3 meter, mempersulit pencarian visual dari permukaan.
Data manifest menunjukkan kapal mengangkut 65 orang. Terdiri 53 penumpang dan 12 kru serta 22 kendaraan (14 truk tronton golongan VII, selebihnya kendaraan kecil dan roda dua).
Otoritas Kesyahbandaran menegaskan manifest itu masih mungkin bertambah karena praktik “numpang lewat” tanpa tiket resmi kerap terjadi pada jadwal penyeberangan malam.
Hingga berita ini diturunkan, Basarnas menyiapkan skenario pencarian 72 jam pertama dengan pola expanding square search seluas 10 mil laut persegi.
Jika korban belum ditemukan jelang malam, pencarian akan diperluas ke sektor barat mengikuti pola arus harian Selat Bali yang condong ke pesisir Jembrana.
Pemeriksaan penyebab pasti kecelakaan akan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah badan kapal ditemukan dan kondisi cuaca memungkinkan penyelaman.
Otoritas memohon masyarakat yang merasa kerabatnya berada di atas kapal untuk menghubungi posko terpadu di Pelabuhan Ketapang (0333-412224) atau Pos SAR Gilimanuk (0365-440123) demi verifikasi data.
Editor : Agung Sedana