RadarBanyuwangi.id - Aktivitas vulkanik Gunung Raung sudah mengalami penurunan sejak Rabu (25/6). Kepulan asap yang sempat menyembur hingga ketinggian 2.000 meter lebih di atas puncak, kini mulai melandai. Namun, itu bukan berarti kondisi gunung mulai stabil, karena erupsi gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur ini masih sering terjadi, Rabu (2/7).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti menyebut, intensitas kepulan asap Gunung Raung memang sudah menurun. Namun, setiap harinya masih terpantau ada semburan asap akibat erupsi. “Erupsi masih terjadi, setelah kita menambah CCTV, pantauan itu semakin mudah meski saat puncak tertutup awan,” katanya.
Intensitas kepulan asap itu, terang dia, teramati dengan intensitas sedang. Ketinggian asap selama beberapa hari ini menurun di kisaran 500 meter dari puncak. Sementara itu, cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah utara dan selatan. “Visualnya selalu tertutup kabut, setiap hari setidaknya masih sekali erupsi. Dari laporan terakhir pada Selasa (1/7), ketinggian asap sampai 600 meter,” ujarnya.
Meski terlihat menurun secara visual, Agung menyebut dari catatan seifmograf, amplitudo gempa hembusan masih mencapai tiga hingga empat mili meter (mm) dengan durasi gempa 32 sampai 45 detik. “Secara visual memang kerap terlihat landai karena puncak tertutup kabut, tapi terkadang itu sedang erupsi kita tidak tahu. Tapi seismik sama seperti biasa,” terangnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi