RADARBANYUWANGI.ID - Insiden nahas menimpa KMP Tunu Pratama Jaya yang membawa total 53 penumpang dan 12 kru saat menyeberang di Selat Bali, Rabu dini hari, 2 Juli 2025.
Kapal penyeberangan yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk itu terbalik usai dilaporkan mengalami kebocoran di ruang mesin.
Kepala Seksi Keselamatan, Berlayar, Patroli, dan Penjagaan KSOP Tanjungwangi, Ni Putu Cahyani, menjelaskan permintaan tolong juga diterima di channel komunikasi Dermaga LCM Gilimanuk pada pukul 00.16 WITA.
"Kapal pertama kali meminta pertolongan melalui radio pada pukul 23.17 WIB," ujarnya.
Beberapa menit kemudian, tepat pukul 00.19 WITA, kapal dilaporkan mengalami black out sebelum akhirnya terbalik dan hanyut terbawa arus.
“Total penumpang ada 53 orang, kendaraan yang diangkut 22 unit, dan kru kapal 12 orang," katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah seluruh penumpang dan kru kapal selamat atau tidak.
"Belum ada laporan berapa yang berhasil selamat maupun kemungkinan korban jiwa,” terang Cahyani.
Faktor cuaca juga diduga memperburuk situasi. Laporan BMKG menunjukkan tinggi gelombang di Selat Bali saat kejadian mencapai 2,5 meter.
Tim gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar titik koordinat terakhir kapal terdeteksi, yaitu di -08°09.371', 114°25.1569'.
Tim penyisiran juga mengalami kendala akibat tingginya gelombang Selat Bali pada hari kejadian tersebut.
Upaya evakuasi masih terus dilakukan oleh pihak pelabuhan, petugas keselamatan, dan kapal penolong.
Kapal KMP. Tunu Pratama Jaya 3888 sempat dikerahkan mendekati lokasi, namun kondisi kapal utama sudah terbalik lebih dulu dan hanyut ke arah selatan.
Hingga kini, pihak berwenang memastikan akan terus memperbarui informasi terkait proses pencarian penumpang dan kru kapal.
Editor : Agung Sedana