Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sedimen Menumpuk Tiga Meter, Warga Banyuwangi Waspada Ulangan Banjir Bandang 2018

Zamrozi Wahyu • Rabu, 2 Juli 2025 | 16:11 WIB
Sedimen material pasir dan kerikil di sungai Dam Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh menumpuk hingga tiga meter.
Sedimen material pasir dan kerikil di sungai Dam Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh menumpuk hingga tiga meter.

RADARBANYUWANGI.ID - Sedimen berupa material batu, pasir dan kerikil di sekitar Dam Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, sudah menumpuk tinggi.

Tumpukan itu mencapai tiga meter, dan membahayakan warga sekitar saat turun hujan atau debit air Sungai Badeng meningkat. 

Sedimen di Dam Garit berasal dari aliran Sungai Badeng di Kecamatan Songgon.

Menumpuknya sedimen itu, akibat tingginya curah hujan hingga debit air di hulu naik dan membawa material.

“Ini terakhir dikeruk dua tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2023,” kata penjaga pintu air (PPA) Dam Garit, Heru Mayangkoro, 40.

Menurut Heru, di sekitar Dam Garit ini sedimen berupa pasir, batu, kayu, dan ranting pohon menumpuk.

Semua itu, berasal dari hulu sungai di wilayah Kecamatan Songgon yang debit airnya naik beberapa hari lalu.

“Sedimennya kiriman dari kaki Gunung Raung, kalau tidak dikeruk, air sungai akan meluap karena kayu menghalangi aliran di terowongan bawah jembatan,” katanya.

Sedimen berupa kayu berukuran besar yang terbawa arus sungai dan menumpuk di sekitar Dam Garit, terang dia, dapat menyumbat aliran air.

Karena sendimen saat ini sudah sangat tinggi, dikhawatirkan banjir besar beberapa tahun lalu terulang kembali.

“Banjir bandang tahun 2018 lalu itu penyebabnya ada kayu besar menyumbat di bawah jembatan, sehingga air meluap,” ungkapnya.

Pengerukan sedimen di aliran sungai ini, terang dia, harus menggunakan alat berat.

Bila tidak, pengerukan kurang maksimal dan memakan waktu lama, serta dikawatirkan datang banjir sususlan.

“Sedimen pasir dan kerikil itu menyebabkan sungai dangkal, dan menyebabkan air mudah meluap, itu membahayakan warga sekitar,” tuturnya.

Ia menyampaikan jika air dari hulu kembali naik seperti Sabtu dan Minggu (28-29/6), dan sendimen belum diangkat, kemungkinan banjir pada tahun 2018 akan terulang lagi.

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Singojuruh, Warsini mengatakan, tumpukan sendimen pasir dan bebatuan sudah diajukan proposal ke Dinas PU pengairan, karena untuk mengambil sendimen itu harus ada izinnya.

“Sudah diajukan, mungkin segera ditindak lanjuti, dan tempat untuk menampung sendimen masih belum ditentukan,” katanya.

Editor : Agung Sedana
#banjir #dam garit #singojuruh #banyuwangi