RADARBANYUWANGI.ID - Sempat tertunda dua hari gara-gara perang Iran vs Israel, rombongan jemaah haji kloter 43 dan 44 tiba di Banyuwangi pukul 04.00 Kamis (26/6). Mereka disambut tangis haru oleh keluarganya di sejumlah titik penjemputan.
Untuk jemaah haji yang tergabung dalam KBIHU Sabilillah, titik penjemputan di Hotel Baru 2 Beach, Desa Ketapang, Kalipuro. Jarak dari kota Banyuwangi sekitar 10 kilometer. Ada 11 bus yang mengangkut jemaah haji dari Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, menuju Banyuwangi.
Sejak sore hari, para penjemput sudah memadati area di sekitar Hotel Baru 2 Beach. Sebelum pulang ke kampong halaman, rombongan lebih dulu menjalani proses pemeriksaan dan administrasi di Asrama Haji Sukolilo sekitar pukul 18.00.
Pelaksana Harian (Plh) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Banyuwangi Jali menjelaskan, sebagian besar jemaah langsung dijemput oleh keluarga di Hotel Baru 2 Beach.
”Untuk jemaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), biasanya titik kumpul berada di kantor sekretariat masing-masing. Kami juga menyiapkan tempat istirahat bagi jemaah di Hotel Baru 2 Beach Watudodol,” jelasnya.
Kepulangan jemaah disambut haru oleh keluarga yang sudah menunggu semalaman. Lukman, warga Desa Ketapang, mengaku sempat khawatir karena penundaan penerbangan.
”Saya sudah masak dari tadi malam buat sambut keluarga, tapi sempat khawatir juga karena berita penundaan. Alhamdulillah, sekarang sudah lega,” tuturnya.
Ungkapan senada disampaikan Sulis, salah satu penjemput haji dari Kelurahan Lateng, Banyuwangi. Pagi itu, Sulis bersama suaminya, Yusuf, menjemput sang ayah, Dulhari, 88. Jemaah haji berusia lanjut tersebut sehari-harinya bekerja sebagai loper koran.
”Saya khawatir karena bapak usianya sudah sepuh, takutnya tertahan lama di Arab Saudi. Tapi, alhamdulillah bisa pulang dengan selamat,” kata Sulis.
Dulhari mengaku bersyukur bisa menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, meski sempat sakit pada awal keberangkatan.
”Alhamdulillah, sudah sampai di Banyuwangi. Waktu awal haji sempat sakit, tapi semua ibadah bisa saya jalani sampai selesai,” ungkapnya dengan penuh syukur. (M. KSATRIA RAYA/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin