Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur Gumitir Ditutup Selama 2 Bulan, Nyeberang ke Bali Harus Lewat Pantura

Agung Sedana • Kamis, 26 Juni 2025 | 05:53 WIB
Dampak perbaikan jalan, jalur Gumitir penghubung Banyuwangi - Jember bakal ditutup total selama 2 bulan. Mulai Juli - September.
Dampak perbaikan jalan, jalur Gumitir penghubung Banyuwangi - Jember bakal ditutup total selama 2 bulan. Mulai Juli - September.

RADARBANYUWANGI.ID – Jalur utama yang biasa dilintasi pemudik, sopir logistik, hingga wisatawan menuju Bali dari arah barat Pulau Jawa akan mengalami gangguan serius. 

Mulai 24 Juli hingga 24 September 2025, ruas jalan nasional yang melintasi Gunung Gumitir akan ditutup total selama dua bulan penuh. 

Penutupan ini bagian dari proyek preservasi jalan yang dilakukan di kawasan rawan kecelakaan, terutama di ruas menikung dan menurun antara Jember dan Banyuwangi.  

Proyek ini dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2025, dengan penutupan penuh selama dua bulan, lalu dilanjut sistem buka-tutup mulai Oktober.

Kondisi ini membuat seluruh kendaraan termasuk truk logistik, bus pariwisata, maupun kendaraan pribadi harus mencari jalur alternatif. 

Satu-satunya rute aman dan layak dilintasi selama penutupan adalah jalur utara atau Pantura, melalui Situbondo atau Bondowoso.

Artinya, bagi pelancong dari arah Jakarta, Surabaya, hingga Probolinggo yang hendak menyeberang ke Pulau Bali lewat Pelabuhan Ketapang, tidak bisa lagi melalui jalur tengah via Gumitir. 

Jalur Pantura yang biasanya lebih sepi kemungkinan akan mengalami lonjakan volume lalu lintas secara signifikan.

“Semua kendaraan baik R2, R4, dan R6 akan dialihkan ke jalur Pantura. Karena alat berat seperti bor pile digunakan dalam pekerjaan, maka jalur harus steril dari lalu lintas,” bunyi keterangan teknis dari rekanan Dishub Provinsi Jatim.

Sebelum penutupan diberlakukan, sosialisasi sudah dilakukan sejak 24 Juni dan akan berlangsung sampai 23 Juli 2025. 

Sosialisasi dilakukan melalui media sosial dan banner di berbagai titik strategis, termasuk exit tol Leces dan simpang utama Probolinggo.

Kordinator Relawan Gumitir, Wiji Hariyanto mengatakan, penutupan jalur itu bertujuan untuk perbaikan sejumlah titik jalan yang kerap memakan korban jiwa.

"Memang ada informasi, katanya akan ada penutupan. Kami juga hari ini bertemu rekan-rekan Dishub (Provinsi) untuk diberi sosialisasi tersebut," kata Wiji kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Rabu (25/6/2025).

Setelah masa penutupan dua bulan selesai, pekerjaan jalan akan dilanjutkan dengan sistem buka-tutup hingga akhir tahun.  

Meski tidak separah saat penutupan penuh, pengguna jalan tetap disarankan mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan alternatif rute.

Dengan potensi kepadatan dan kemacetan di Pantura, para pengemudi diimbau untuk menyiapkan kendaraan dalam kondisi prima, memeriksa jalur sebelum berangkat, dan membawa bekal perjalanan lebih lengkap dari biasanya.

Sementara itu, Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto, mengaku juga mendapat informasi tersebut. Namun ia mengaku belum berani memberikan kepastian penutupan jalur itu. 

"Kami juga dapat informasi itu tapi sejauh ini belum ada koordinasi lagi," pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#pantura #Jalur Gumitir ditutup #bali #banyuwangi #jember