Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mantan Sekda dan Plt Bupati Banyuwangi H. Asma’i Hadi Tutup Usia

Ali Sodiqin • Sabtu, 21 Juni 2025 | 17:57 WIB
Warga bersiap melakukan prosesi pemakaman alm. Asma
Warga bersiap melakukan prosesi pemakaman alm. Asma

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar duka datang dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Tokoh birokrat sekaligus budayawan Banyuwangi, H. Asma’i Hadi, meninggal dunia pada Sabtu (21/6/2025) pukul 04.00 WIB.

Kabar wafatnya mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi di era Bupati Ratna Ani Lestari itu tersebar cepat melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi Radar Banyuwangi pagi ini.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, ayahanda kami, H. Asma’i Hadi, hari ini Sabtu 21 Juni ’25 pada pukul 4 subuh. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekhilafan yang beliau ucapkan atau lakukan,” demikian bunyi pesan duka tersebut.

Ucapan belasungkawa pun berdatangan dari berbagai kalangan. Banyak yang mengenang sosok H. Asma’i sebagai tokoh birokrat yang berdedikasi tinggi dan turut berperan besar dalam membangun Banyuwangi, baik dari sisi pemerintahan maupun kebudayaan.

Pernah Jabat Plt Bupati Hingga Ketua PHRI

Semasa hidupnya, H. Asma’i Hadi dikenal sebagai figur penting dalam dunia birokrasi Banyuwangi.

Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, bahkan sempat dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Banyuwangi pada masa transisi setelah kepemimpinan Bupati Ratna Ani Lestari.

Selain di pemerintahan, H. Asma’i juga aktif dalam organisasi masyarakat dan pengembangan pariwisata daerah.

Asma'i Hadi juga tercatat aktif sebagai pengurus IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Banyuwangi. Dia bahkan pernah menjabat sebagai ketua harian Cabor IPSI Banyuwangi.

Mantan Camat Banyuwangi ini juga tercatat pernah menjadi Ketua PHRI Banyuwangi, serta Ketua Asosiasi Kuliner, Kerajinan, dan Batik Banyuwangi (AKAB).

Perannya dalam membangkitkan sektor ekonomi kreatif sangat terasa, terutama dalam memfasilitasi kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah.

Sosok Budayawan dan Penggerak Seni Tradisi

Tak hanya dikenal di lingkup birokrasi, almarhum juga dikenal luas sebagai seorang budayawan. Ia aktif sebagai penasehat Dewan Kesenian Blambangan (DKB) dan pernah menjabat sebagai Ketua Harian Cabor IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Banyuwangi.

Kecintaannya terhadap seni dan budaya daerah terus ia suarakan hingga akhir hayat. Dalam sebuah sarasehan budaya pada tahun 2019, Asma’i memberikan tiga pesan penting kepada para seniman Banyuwangi.

“Sebagai warga Banyuwangi, kita harus bangga karena memiliki kekayaan seni yang mampu bertahan hingga sekarang. Kita juga harus merasa memiliki, melestarikan, dan mempertahankan budaya tersebut. Seni tradisi itu kaya nilai sejarah dan perjuangan,” ungkapnya Asma’i dalam sarasehan Aktualisasi Seni Budaya Daerah dalam Memperkuat Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa pada 2019 silam.

Doa dan Penghormatan Terakhir

Ucapan duka mengalir di media sosial dan grup percakapan. Banyak yang mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita atas berpulangnya H. Asma’i Hadi. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Syaifuddin Mahmud, pemimpin redaksi Radar Banyuwangi.

Kepergian H. Asma’i Hadi menjadi kehilangan besar bagi Banyuwangi. Ia bukan hanya tokoh birokrasi, tapi juga sosok panutan dalam pengembangan seni budaya dan pariwisata daerah.

Selamat jalan, Bapak Asma’i. Jasamu akan tetap hidup dalam setiap jejak pembangunan dan budaya Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#plt bupati #mantan sekda #meninggal dunia #banyuwangi