RADARBANYUWANGI.ID - Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Di Dusun Talangrejo, Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, langkah sederhana warga bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi bukti nyata bahwa pekarangan rumah dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemandirian pangan masyarakat.
Pada Jumat (20/6), suasana di salah satu sudut desa terlihat berbeda. Deretan tanaman mentimun tumbuh subur di pekarangan rumah warga.
Di tengah kegiatan tersebut, tampak Bripka Slamet Utomo, selaku Bhabinkamtibmas Polsek Singojuruh, aktif mendampingi proses budidaya yang dilakukan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polresta Banyuwangi dalam rangka mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Pendekatan yang diterapkan tidak hanya menyasar sektor pertanian rumah tangga, tetapi juga membangun semangat gotong royong serta meningkatkan kemandirian warga.
“Kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan agar lebih produktif. Kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga turut mendorong kesejahteraan masyarakat,” ungkap AKP Achmad Rudy, Kapolsek Singojuruh.
Hal senada disampaikan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat penegak hukum.
“Polri memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat, salah satunya melalui pendampingan dan edukasi seperti ini,” ujarnya.
Inisiatif ini mulai menunjukkan hasil positif. Warga seperti Muhammad mengaku lebih percaya diri dalam mengelola lahan pekarangan setelah mendapatkan bimbingan langsung dari aparat.
“Kami jadi tahu cara menanam yang baik dan benar. Hasil panennya bisa kami konsumsi sendiri, bahkan dibagikan kepada tetangga,” tutur Muhammad.
Melalui budidaya mentimun di halaman rumah, benih kemandirian pangan mulai tumbuh dan berkembang.
Sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masa depan pangan yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi