RADARBANYUWANGI.ID - Gunung Raung, salah satu gunung api aktif di Pulau Jawa yang terletak di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.
Pada Kamis, 19 Juni 2025 pukul 04.43 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.332 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Menurut Agung Tri Subekti, Pengamat Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Somggon, Banyuwangi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah tenggara hingga selatan.
Cuaca yang sebelumnya mendung dan hujan sempat menghambat pengamatan visual, namun hujan abu tipis juga telah terlihat di area pos pantau.
“Kolom abu teramati dengan tinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak. Abu juga terlihat menempel tipis di dinding pos pantau,” jelas Agung melalui pesan singkat.
Aktivitas vulkanik ini tidak terjadi hanya satu kali. Pada Rabu, 18 Juni 2025, tercatat Gunung Raung mengalami tiga kali erupsi, masing-masing pada pukul 05.40 WIB, 20.55 WIB, dan 22.13 WIB.
Tinggi letusan bervariasi, mulai dari 500 meter hingga 1.100 meter di atas puncak. Rekaman seismik menunjukkan aktivitas erupsi masih berlangsung dengan tremor menerus yang memiliki amplitudo maksimum mencapai 4 mm. Hal ini menandakan adanya potensi aktivitas lanjutan yang perlu diwaspadai.
Status Gunung Raung: Level II (Waspada)
Hingga saat ini, Gunung Raung masih berada pada Status Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah puncak dalam radius 3 kilometer.
Selain itu, masyarakat juga dilarang menuruni kaldera atau bermalam di sekitar kawasan kawah serta menggunakan masker sebagai langkah antisipasi jika terjadi hujan abu.
Petugas PPGA dan tim PVMBG terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan keselamatan warga dan mengantisipasi potensi dampak lebih lanjut.
Dampak Sementara dan Imbauan Keselamatan
Hingga kini belum ada laporan mengenai dampak langsung erupsi terhadap masyarakat. Namun, masyarakat di sekitar lereng Gunung Raung tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menghadapi kemungkinan hujan abu yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Aktivitas erupsi yang terjadi secara beruntun menunjukkan bahwa Gunung Raung masih berpotensi aktif dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi pihak berwenang sangat diperlukan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi