RadarBanyuwangi.id - Gunung Raung masih terus mengalami erupsi. Terbaru, meski puncak tertutup kabut, Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu, rupanya terpantau menyemburkan asap dari puncak, Selasa (17/6).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti menjelaskan, erupsi itu terpantau dari wilayah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember sekitar pukul 16.13. “Erupsi tadi memunculkan kolom abu setinggi 750 meter dari puncak yang mengarah ke arah timur,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Agung, petugas PPGA Raung tidak bisa melakukan pengamatan visual lantaran puncak Raung tertutup awan sejak pagi. “Dari pos tidak bisa diketahui erupsi atau tidak, karena puncak Raung tertutup awan,” ucap Agung.
Namun, jelas dia, setelah ada kiriman visual dari wilayah lain, pihaknya memastikan telah terjadi erupsi dengan ketinggian tersebut. Hal itu juga diperkuat dengan catatan di seismik yang menunjukkan adanya tremor menerus dengan amplitudo empat mili meter (mm). “Masih terjadi erupsi menerus. Hingga laporan ini dibuat erupsi juga masih terjadi,” tandasnya.
Terkait aktivitas kegempaan, Agung mengatakan tidak ada perbedaan dengan sebelumnya. Ia mencatat ada empat kali gempa hembusan dengan amplitudo tiga hingga empat mm dengan durasi gempa 32 sampai 45 detik. “Amplitudonya kerap tidak berbeda dari yang sebelumnya, ini yang terkadang membuat kami kesulitan mengidentifikasi ada tidaknya erupsi kalau tidak ada bukti visual,” terangnya.
Agung menyebut, kondisi itu tidak merubah status kebencanaan Raung. Sampai saat ini gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur ini masih berada di level II. “Status masih waspada plus rekomendasi tidak ada masyarakat yang beraktivitas radius tiga kilometer dari puncak,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi