RadarBanyuwangi.id-Gunung Raung yang berada di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan, Jember sudah lebih dari sepekan batuk dan mengeluarkan abu vulkanik. Mulai Minggu (15/6), gunung yang statusnya level II atau waspada ini resmi ditutup bagi pendaki.
Penutupan jalur pendakian, berarti mimpi buruk bagi para guide lokal di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. Sejak ditutup, para penyedia jasa pengantar pengunjung untuk mendaki gunung eksotik itu tidak bisa bekerja. “Ditutup karena Mbah Raug batuk, orang-orang yang bekerja di sini jadi tidak bisa kerja,” kata anggota Sekretariat Pendakian, Eko Wahyudianto.
Menurut Eko, warga yang telanjur menggantungkan hidupnya di bidang ini harus segera memutar otak agar bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah. Upaya mereka beragam, ada yang kerja serabutan, kembali ke kebun untuk mengurus tanaman kopi, dan ada yang beralih menjadi guide di gunung-gunung lain. “Ada yang kembali ke kebun, ada yang istirahat dulu, dan ada yang kerja di gunung lain,” katanya.
Eko sendiri memilih membuka open trip ke gunung lain. Gunung yang jadi sasarannya, Gunung Argopuro setinggi 3.088 mdpl yang terletak di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Situbondo, Jember, dan Bondowoso. “Kami buka open trip ke Argopuro. Meeting pointnya di Surabaya,” katanya.
Itu terpaksa dilakukan, terang Eko, karena banyak guide yang bekerja di basecamp Raung miliknya. Dari belasan orang yang jadi guide itu, semuanya butuh pemasukan untuk membuat dapurnya tetap ngebul. “Dapur harus tetap ngebul, ini sudah ada yang nanya-nanya (open trip ke Argopuro),” terangnya.
Menurut Eko, Gunung Argopuro bukan hal yang asing bagi guide Raung. Saat gunung ini erupsi, banyak pendaki yang beralih ke sana. “Untuk harganya berbeda, sistemnya juga berbeda karena jalur dan lama perjalanannya berbeda dari Raung,” sebutnya.
Open trip yang setiap perjalanannya memakan waktu selama empat hari perjalanan itu, kata Eko, belum tahu dibuka sampai kapan. Yang jelas, jika kondisi Gunung Raung sudah stabil, para guide akan kembali. “Semoga erupsinya tidak lama, segera kondisinya kembali seperti semula,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi