RADARBANYUWANGI.ID – Sungguh nahas nasib yang dialami AAG, bocah yang tinggal di Perumahan Sutri, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.
Bocah berusia 6 tahun itu hanyut di Sungai Sobo, tak jauh dari rumahnya, Senin (16/6). Tim gabungan melakukan pencarian dengan menyisir sungai hingga ke muara.
Sayangnya, pencarian hingga pukul 17.00 belum membuahkan hasil.
Namun, dua jam kemudian, sekitar pukul 18.00, seorang nelayan menemukan keberadaan bocah tersebut tergeletak di Pantai Keramat.
Jarak lokasi tenggelamnya bocah tersebut dengan tempat penemuan korban cukup jauh, sekitar 2,5 kilometer.
Yang mengenaskan, kali pertama ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan bekas darah di dahi. Bocah tersebut masih mengenakan kaus warna abu-abu tanpa memakai celana.
”Korban ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 18.00. Lokasinya di Pantai Keramat. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Sutri,’’ ujar Babinsa Kelurahan Sobo Serda Didik Budi dihubungi tadi malam.
Humas Damkarmat Banyuwangi Moh. Khadafi mengatakan, proses evakuasi korban dari pantai ke rumah duka memakan waktu cukup lama, karena lokasinya yang terpencil.
"Lokasinya hanya bisa dijangkau lewat jalan kaki, jadi proses evakuasinya cukup memakan waktu," katanya.
Korban baru dapat dibawa ke rumah duka sekitar pukul 19.00. Tangis histeris pecah ketika jenazah tiba di rumah duka.
Kedua orang tua korban, Rengga Arifianto, 30, dan Lucky Indah Parawangsa, 30, tidak kuasa menahan tangis melihat anaknya sudah membujur kaku.
"Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga," ungkapnya.
Khadafi menambahkan, kondisi korban juga ada beberapa luka yang ada di bagian wajah. Kemungkinan besar terkena batu saat hanyut.
"Ada luka benturan bagian dahi, kemungkinan saat hanyut mengenai batu atau benda lainnya," jelasnya.
Petaka yang menimpa AAG terjadi saat dia bermain di pinggir sungai bersama temannya, AF. Korban bermain di bibir sungai lewat tangga yang berada di dekat poskamling.
Celakanya, ketika bermain di tangga sungai, AAG terpeleset, lalu jatuh ke sungai yang kebetulan arusnya sangat deras.
Kabar hanyutnya bocah yang hendak masuk sekolah dasar tersebut beredar luas ke masyarakat.
Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkarmat, hingga TNI-Polri turun langsung melakukan pencarian.
Namun, hingga pukul 16.30, proses pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian terus dilakukan hingga malam hari.
”Korban terpeleset ke sungai, lalu hanyut terbawa arus sungai. Debit air sungai memang cukup tinggi dan arusnya cukup kencang,” ujar Babinsa Kelurahan Sobo Serda Didik Budi.
Ketua tim pencarian dari Basarnas Banyuwangi, Nur Kholis Majid menjelaskan, selama proses pencarian pihaknya telah mengerahkan sejumlah tim dan dibagi beberapa titik dengan bantuan alat tubing.
Tim Basarnas juga menyusuri dam-dam sungai hingga tempat berkumpulnya tumpukan sampah bambu atau pohon.
”Semoga korban bisa segera ditemukan. Sesuai SOP, proses pencarian akan dilakukan selama tujuh hari,” tegasnya.
Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christianto melalui Kanit Reskrim Ipda Restu Yan Suryo membenarkan kejadian bocah hanyut di Sungai Sobo.
Musibah yang dialami bocah yang masih duduk di bangku TK tersebut terjadi pukul 10.00.
”Awalnya korban bermain bersama temannya AF di poskamling dekat rumahnya di Perumahan Sutri. Beberapa saat kemudian, korban mengajak AF untuk mandi di Sungai Bagong. Namun, AF menolak ajakan korban. Selanjutnya, korban terlihat meloncat ke sungai untuk mandi. Aliran sungai memang sangat deras,” kata Restu.
Melihat temannya hanyut, AF berteriak minta tolong kepada warga. Bocah tersebut juga menceritakan kepada orang tuanya kalau AAG hanyut di sungai.
Saat ini proses pencarian korban masih dilakukan tim gabungan sampai ke laut.
”Pencarian melibatkan instansi terkait personel Polsek Banyuwangi, Basarnas Banyuwangi, Satpolairud, BPBD Banyuwangi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta tim Inafis Polresta Banyuwangi,” kata Restu.
Informasi yang dikumpulkan Radar Banyuwangi menyebutkan, sebelumnya orang tua AAG sudah memberi peringatan agar bocah itu tidak bermain di dekat sungai. Sebab, debit air sungai memang terlihat deras dan berwarna cokelat.
”Korban sebenarnya sudah diperingatkan sebelumnya. Sejak malam debit air sungai naik, arusnya sangat deras. Korban dan anak lainnya biasanya memang sering bermain di sungai karena dangkal,” ujar salah satu warga Perumahan Sutri. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin