RADARBANYUWANGI.ID – Pendakian Gunung Raung melalui Sekretariat Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, resmi ditutup Jumat (13/6).
Jalur pendakian ditutup setelah gunung berapi setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi menerus sejak Kamis (5/6).
Anggota Sekretariat Pendakian Gunung Raung Dimas Bayu Pramana mengatakan, pendakian gunung yang lokasinya berada di tiga kabupaten yakni Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember ini, ditutup sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.
”Kapan akan dibuka lagi, masih belum bisa dipastikan,” katanya.
Menurut Dimas, penutupan dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari berbagai pihak.
Kepastian penutupan itu dituangkan dalam surat bernomor B.030/Pan-Pel/Mt.Raung/VI/2025.
”Menimbang informasi dari Badan Geologi, KESDM, dan PVMBG yang menyebutkan erupsi menerus Gunung Raung, kami putuskan tutup. Hingga saat ini erupsi masih terus terjadi,” katanya.
Asap tebal dari kawah Raung yang semakin tinggi setiap kali erupsi, imbuh Dimas, membuat pegiat alam ciut nyali.
Apalagi, laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung mencatat bahwa tremor menerus makin sering terjadi.
”Ketinggian asap sempat mencapai 1.000 meter di atas puncak, ini membuat khawatir,” ujarnya seraya menyebut penutupan itu sekaligus memberikan napas bagi satwa dan jalur pendakian.
Yang membuat pusing, lanjut Dimas, penutupan mendadak itu berdampak pada jadwal open trip yang sudah lama di-booking pendaki.
”Semua pengunjung yang telanjur berangkat menuju base camp, atau sudah memesan tiket transportasi menuju Kalibaru, bisa koordinasi dengan penyedia jasa trip masing-masing,” pintanya.
Dimas menyampaikan, skema pertanggungjawaban base camp, biasanya akan dilakukan dengan refund atau pengembalian uang, atau juga bisa dengan mendepositkan dana itu ke penyedia trip.
Jika jalur pendakian kembali dibuka, pendaki bisa berangkat menggunakan uang tersebut.
”Selain itu ada juga yang mau menunggu di base camp sampai pendakian buka,” tandasnya.
Anggota PPGA Raung Agung Tri Subekti menyampaikan, hingga kemarin (13/6) erupsi masih terus terjadi.
Pada sekitar pukul 03.07, erupsi besar kembali terjadi, kolom abu setinggi 900 meter dari puncak mengarah ke selatan.
”Erupsi masih terjadi, pantauan seismik tak jauh berbeda, tremor menerus amplitudonya sekitar 4 mm,” pungkasnya. (sas/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin