RADARBANYUWANGI.ID – Lagi-lagi jalan berlubang depan Gedung Graha Bhakti, Desa Setail Kecamatan Genteng, Banyuwangi, memakan banyak korban.
Selama sebulan, lima pemotor jatuh di lokasi tersebut, Kamis (12/6). Terbaru, pelajar SMA Mutiara Anggun, 17, asal Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng jatuh saat menghindari jalan berlubang berdiameter sekitar 25 centimeter pada Selasa (10/6).
Korban yang akan berangkat ke sekolah dengan naik motor, menghindari jalan berlubang di jalur utama jurusan Banyuwangi-Jember yang tertutup genangan air. Tapi, motornya tergelincir dan jatuh.
“Saat kejadian turun hujan deras, lubang jalan tertutup air,” kata salah satu warga yang menolong korban, Catur Susiono, 41.
Menurut Catur, akibat kecelakaan tunggal itu remaja yang akan berangkat sekolah itu mengalami luka cukup serius di kepala, kaki, dan tangannya.
“Kemungkinan gegar otak, karena tidak sadar dan saat sampai RSUD Genteng langsung muntah-muntah. Saya sendiri yang mengantar ke rumah sakit,” terangnya.
Catur menyebut, Anggun ini satu dari banyak kasus kecelakaan tunggal akibat jalan yang berlubang itu. Ia merinci sekitar lima kali kecelakaan di titik tersebut selama sebulan terakhir.
“Semalam saja ada yang jatu di situ, bapak-bapak. Dia teriak kencang saat jatuh, banyak orang datang membantu,” katanya.
Dari lima kecelakaan di jalan yang berlubang itu, terang dia, semua pengandara sepeda motor dan hanya mengalami luka ringan.
“Biasanya, setelah jatuh bisa melanjutkan perjalanan lagi, paling lecet sedikit. Hanya ini (Anggun) yang cukup parah,” tandasnya.
Warga berharap jalan tersebut segera diperbaiki. Apalagi, terakhir kali jalan tersebut ditambal pada Februari 2025 lalu.
“Terakhir kali diperbaiki beberapa waktu sebelum Ramadan, setelah itu tidak ada lagi,” ucapnya.
Camat Genteng, Satrio, mengatakan sudah melaporkan jalan berlubang tersebut ke Satgas Jalan Berlubang Dinas PU Nasional. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur nasional.
“Sudah saya sampaikan, informasi dari PU (Nasional) masih melakukan penyisiran (perbaikan jalan) di wilayah Kalibaru,” tandasnya.(sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin