RADARBANYUWANG.ID — Upaya penangkapan Imam Nur Hakiki (27), pelaku pembunuhan ayah dan juragannya di Umbulsari, berlangsung dramatis.
Bukannya menyerahkan diri, pria yang juga melukai paman dan memukul istrinya itu justru melawan petugas menggunakan celurit.
Kapolsek Umbulsari AKP Dian Eko Timuriyono mengungkapkan, saat melakukan negosiasi agar tersangka menyerahkan diri, Imam malah keluar rumah dengan emosi memuncak.
“Saya sempat melihat, mendatangi rumah tersangka, namun tersangka keluar dari rumahnya sambil marah-marah dan menyerang petugas sambil memegang celurit,” ungkap Dian saat dikonfirmasi, Kamis (13/6).
Tersangka bahkan sempat mengejar Kapolsek dan mengamuk ke siapa saja yang mendekati rumahnya.
“Bahkan, ada anggota yang sempat memberikan tembakan peringatan. Namun, tersangka terus menyerang petugas,” tambahnya, seperti dikutip dari Radar Jember.
Karena membahayakan keselamatan petugas, tindakan tegas pun diambil. Imam dilumpuhkan dengan tembakan yang mengenai kaki kanannya. Meski terkapar, ia masih mencoba menyerang.
“Saya sempat merangkul tersangka setelah dia terjatuh. Tapi dia masih mencoba membacok saya. Bahkan saat diborgol, tangan tersangka sempat memberontak sampai borgol nyaris putus,” ujar Kapolsek.
Dramatisnya penangkapan itu terjadi setelah polisi mendapat laporan dari Kanitreskrim dan langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek bersama tim resmob dan anggota koramil mengepung rumah tersangka.
Pelaku Imam sebelumnya diketahui menghabisi nyawa ayah kandung dan juragannya sendiri, lalu membacok pamannya, serta memukul istri. Motif masih didalami, namun pelaku diduga mengalami gangguan emosi.
Kini Imam telah diamankan dan dirawat di fasilitas medis dengan pengawasan ketat. Polisi masih terus mendalami motif dan kemungkinan latar belakang psikologis tersangka. (*)
Editor : Ali Sodiqin