RADARBANYUWANGI.ID – Warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kembali menggelar ritual adat sakral Seblang Bakungan.
Tradisi turun-temurun ini berlangsung selama empat hari penuh, mulai Selasa (10/6) hingga Kamis (12/6).
Seiring pelaksanaan ritual bersih desa tersebut, ruas jalan utama di wilayah Kelurahan Bakungan ditutup total untuk umum.
Penutupan jalan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan prosesi Seblang yang diyakini sebagai warisan budaya Suku Osing.
Jalan yang ditutup merupakan jalur utama yang menghubungkan ke Stasiun Banyuwangi Kota. Imbasnya, arus lalu lintas dari dan menuju stasiun harus dialihkan ke jalur lain.
Bagi masyarakat maupun penumpang kereta api yang hendak menuju Stasiun Banyuwangi Kota, disarankan mengambil rute alternatif.
Baca Juga: Padukan Ritual Mistis dan Festival Meriah Banyuwangi, Seblang Bakungan Kembali Hadir!
Yakni, melalui Jalan Brawijaya ke arah perempatan Cungking, kemudian berbelok ke barat melewati Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Widuri, dan Jalan Kuntulan hingga tiba di stasiun.
Petugas mengimbau agar para penumpang datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan keterlambatan akibat perubahan jalur.
"Kami sarankan warga berangkat lebih pagi agar tidak tertinggal kereta, terutama karena jalur utama ditutup selama ritual berlangsung," ujar salah satu petugas Dishub di lokasi.
Seblang Bakungan sendiri merupakan pertunjukan adat sakral yang hanya digelar setahun sekali.
Seluruh rangkaian upacara digelar sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus memohon keselamatan bagi desa.
Selama pelaksanaan Seblang, kawasan Kelurahan Bakungan dipadati warga, tokoh adat, dan wisatawan yang ingin menyaksikan tarian tradisional ini dari dekat.
Pemerintah daerah pun turut mendukung kelangsungan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan budaya Banyuwangi yang tak ternilai. (*)
Editor : Ali Sodiqin