RadarBanyuwangi.id - Erupsi Gunung Raung yang terjadi sejak Kamis (5/6), dampaknya tidak sampai ke Bandara Banyuwangi. Itu karena arah angin ke barat. Sedangkan Bandara Banyuwangi berada di timur Gunung Raung.
Saat ada gunung erupsi, pihak bandara akan melakukan pengamatan cuaca visual. Itu dilakukan untuk melihat dampak debu vulkanik pada penerbangan di bandara. “Sementara kami menimbang belum perlu dilakukan paper test,” kata GM Bandara Banyuwangi, Johan Seno Acton.
Menurut Johan, saat ini angin mengarah ke barat. Letak Bandara Banyuwangi yang berada jauh di sebelah timur Gunung Raung, maka tidak terdampak. “Anginnya ke barat, sehingga abu tidak berdampak ke penerbangan, baik pergi maupun datang,” katanya.
Erupsi gunung berapi setinggi 3.332 MDPL kali ini, terang dia, tidak sebesar erupsi yang terjadi pada Desember 2024 lalu. Sehingga, erupsi saat ini tidak diperlukan paper test. “Erupsi sebelumnya (Pada Desember 2024) dilakukan paper test, namun hasilnya bandara tetap beroperasi,” ujarnya.
Penerbangan di Bandara Banyuwangi, terang dia, saat ini berjalan secara normal. Kemarin (9/6), yang beroperasi delapan pesawat. “Tujuh pesawat latih, satu pesawat reguler atau tranportasi umum,” terangnya.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi