RADARBANYUWANGI.ID - Truk muatan tebu tanpa nomor polisi (nopol) terguling di jalan raya Dusun Kalikempit, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Rabu (4/6/2025). Akibatnya muatan seberat 10 ton itu amburadul dari bak truk.
Tidak ada korban dalam kecelakaan tunggal itu. Sugiono (44) si sopir truk juga selamat dengan beberapa luka.
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan, mengatakan bahwa kondisi jalan di TKP memang tidak datar. Disinyalir melebihi beban muatan, truk akhirnya terguling saat melaju di sebuah tikungan.
“Muatannya berat, dan di lokasi tersebut jalannya menikung ditambah sedikit miring, mungkin tidak imbang sehingga oleng,” kata AKP Budi Hermawan kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Dalam kondisi terguling, sopir berusaha keluar lewat pintu sebelah kanan. Warga sekitar selanjutnya bergegas menolong.
Sementara muatan yang tumpah, dipindahkan ke truk lain yang datang menghampiri tak lama kemudian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, akibat kecelakaan tunggal itu, arus lalu lintas jurusan Banyuwangi-Jember sempat terganggu.
Penutupan total sempat dilakukan sementara, akibatnya kendaraan dari dua arah harus menunggu kurang dari 30 menit.
Selanjutnya, diterapkan sistem buka tutup lalu lintas hingga evakuasi benar-benar tuntas.
“Arus lalin masih aman, hanya saja buka tutup karena seperempat badan jalan tertutup bodi truk,” tambah Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto.
Aparat kepolisian mengimbau kepada para pengemudi angkutan tebu agar senantiasa menjaga keselamatan di jalan.
Pihak Polsek Kalibaru dan Glenmore menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra selama musim giling berlangsung, mengingat volume truk pengangkut hasil panen dipastikan meningkat tajam di sepanjang jalur Banyuwangi-Jember.
Baca Juga: Akan Budidayakan Pohon Sempu untuk Melestarikan Pohon yang Bersejarah di Wilayah Kecamatan Sempu
Aries Prasetyanto, mengingatkan bahwa banyak titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur tersebut, terutama yang memiliki kontur jalan menikung dan menurun.
Sopir diminta lebih waspada dan tidak memaksakan kendaraan saat membawa muatan berat, terlebih jika melewati tikungan tajam seperti di lokasi kejadian.
"Kami imbau para sopir memahami titik rawan laka, dan pastikan armada dalam kondisi layak jalan," ujarnya.
Selain itu, sopir juga diminta rutin memeriksa kondisi kendaraan, terutama sistem rem, tekanan ban, serta keseimbangan muatan sebelum beroperasi.
Kendaraan angkutan yang tidak memenuhi standar kelayakan juga diminta agar tidak digunakan karena membahayakan keselamatan.
Editor : Agung Sedana