RadarBanyuwangi.id – Di sejumlah daerah di Indonesia, kerap diberi nama dengan nama tumbuhan. Di antaranya Kebon Jeruk di Jakarta Barat, Desa Bendo di Kabupaten Kediri, atau di Banyuwangi ada pohon Sempu di wilayah Kecamatan Sempu.
Di Kecamatan Sempu itu, pemberian nama Sempu dipercaya berkaitan dengan banyaknya pohon Simpur atau Sempu yang dulunya mudah ditemui di kecamatan yang berbatasan dengan Kecamatan Genteng tersebut. “Dulu memang banyak pohon Sempu,” kata Camat Sempu, Mujito.
Tapi sayang, saat ini pohon Sempu atau Dillenia Indica yang kayunya termasuk kategori kayu komersial minor, perawakan besar dengan tinggi pohon mencapai 50 meter ini, sekarang mulai langka. Di Kecamatan Sempu, keberadaan pohon ini diketahui hanya tinggal satu. “Setahu saya, sekarang hanya ada satu di dekat SPBU (Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum),” ucapnya.
Mujito menyebut, dari seluruh kepala desa di Kecamatan Sempu yang sudah ditanya, tak ada satu pun yang mengetahui informasi keberadaan pohon tersebut. “Sudah sempat saya tanyakan ke kades-kades, infonya tidak ada lagi di sini, hanya satu itu,” ujarnya.
Untuk melestarikan pohon yang bersejarah itu, Mujito berencana akan membudidayakan pohon yang daunnya mirip dengan pohon jambu tersebut. Itu agar wilayahnya tidak kehilangan jati diri. “Kami berencana membudidayakan pohon ini, karena mungkin generasi baru tidak tahu seperti apa pohonnya,” ungkapnya.
Langkah ini, menurut dia, sejalan dengan isu nasional di tengah degradasi hutan. Dengan upaya penghijauan yang dilakukan dengan masif, diharapkan menjadi sumbangsih oksigen di Banyuwangi. “Saat ini kami sedang cari informasi soal bibit, kemudian akan kami kembangkan dan ditanam di beberapa titik, seperti di pinggir jalan raya dan perkantoran,” cetusnya.
Pohon yang memiliki bentuk buah simpur bulat kecil dengan diameter hanya sekitar satu centimeter itu, akan ditanam di halaman kantor Kecamatan Sempu. “Nantinya bisa dibuat menjelaskan ke masyarakat, ini pohon Sempu, masyarakat akan tahu pohonnya seperti apa,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi