RadarBanyuwangi.id – Lokasi penganiayaan yang menyebabkan Wiryadinanto, 20 asal Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring di pinggir jalan raya dekat warung es teller Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, kini menjadi perhatian warga yang melintas.
Selain masih dipasang garis polisi, di lokasi korban ditusuk Kuncoro, 22, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu (31/5) sekitar pukul 22.00 hingga tewas itu, kini ada batu nisan dari batu bata yang dicat putih. Di tempat itu, juga ada foto Wiryadinanto, ucapan belasungkawa, dan ditaburi bunga. Tidak diketahui siapa dan kapan batu bata yang mirip batu nisan itu dibuat. “Minggu (1/6) belum ada, muncul pada Senin (2/6),” kata salah satu tokoh pemuda sekitar, Umar Faruq, 35.
Faruq menduga, yang membuat batu nisan lengkap dengan foto, ucapan belasungkawa, dan bunga itu keluarga atau teman dekat korban. “Warga sini tidak ada yang tahu, mungkin keluarga atau teman korban,” terangnya.
Faruq yang mengaku ikut membantu saat korban tergeletak dan tidak sadar setelah dihajar oleh pelaku, sebelum kejadian melihat ada sejumlah anak remaja yang sedang berkumpul di warung es teler itu. “Awalnya ya tidak curiga, karena malam Minggu, saya kira ngopi biasa,” katanya.
Faruq yang saat itu sedang memperbaiki rumahnya, menyampaikan pelaku dan korban cek-cok di warung tersebut. Sedang Sabrina berada di tengah. Setelah cek-cok, korban tersungkur dengan bersimbah darah. “Saya kira yang terluka perut, ternyata dada korban, darah langsung bercucuran,” katanya.
Melihat korban tidak sadarkan diri, ia langsung menuju ke lokasi dan membantu mengevakuasi. Oleh warga ditolong dengan dilarikan ke RS Al Rohmah Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. “Kemungkinan korban meninggal di jalan, karena saat tersungkur, darah yang keluar sangat banayak, dan koban sudah tidak sadarkan diri,” terangnya.
Setelah kejadian itu, Faruq mengaku sempat adu mulut dengan sejumlah teman korban. Mereka akan melakukan aksi balasan dengan mengeroyok pelaku. “Saya akan melerai malah dituding membantu pelaku,” ujarnya.
Saat korban dibawa ke rumah sakit, masih kata dia, pelaku masih berada di lokasi. Sebelum diamankan polisi, pemuda yang kini diamankan polisi itu diduga akan membuang barang bukti. Sebab, senjata tajam jenis krambit yang dibuat beraksi ditemukan tergeletak di pinggir jalan raya dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. “Sajam ditemukan polisi,” katanya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, dituding melecehkan penyanyi lokal, Sabrina, 20, dengan berkomentar tidak senonoh di akun TikTok milik sang artis, Wiryadinanto, 20, asal Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring tewas, dihajar dan ditusuk pakai senjata tajam (sajam) jenis karambit oleh Kuncoro, 22, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu (31/5) sekitar pukul 22.00.
Sebelum kejadian, Sabrina mengajak ketemu korban di warung es teler Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. “Korban datang sendirian, saat itu Sabrina sudah ada di lokasi bersama dua temannya perempuan berinisial ER, 20, dan teman laki-laki DB, 19. Sedang pelaku belum datang,” terang Kapolsek Gambiran, AKP Badrodin Hidayat.
Setelah menuggu beberapa saat, terang Kapolsek, pelaku datang dengan naik motor Yamaha N-Max. Tanpa banyak bicara, Kuncoro langsung menyerang korban menggunakan sajam yang sudah dibawa dari rumah. “Pelaku marah besar melihat komentar korban di akun milik pacarnya,” katanya.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi