Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

5 Fakta Kematian Pemuda Banyuwangi Usai Kometar Begini di Live TikTok Biduan Lokal

Agung Sedana • Senin, 2 Juni 2025 | 23:46 WIB
Ilustrasi: 5 Fakta di Balik Kematian Pemuda Cluring Usai Kometar Begini di Live TikTok Biduan Lokal.
Ilustrasi: 5 Fakta di Balik Kematian Pemuda Cluring Usai Kometar Begini di Live TikTok Biduan Lokal.

RADARBANYUWANGI.ID - Kasus penganiayaan yang berujung kematian kembali mengguncang Banyuwangi. Seorang pemuda bernama Wiryadinanto (20), warga Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring, tewas secara tragis usai ditusuk senjata tajam oleh seorang pria yang merupakan pacar biduan lokal. 

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, membeberkan kronologi peristiwa penusukan yang menewaskan Wiryadinanto berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Menurutnya, insiden itu dipicu oleh komentar korban yang dianggap tidak pantas saat sang pacar pelaku, yang juga seorang penyanyi lokal, sedang melakukan siaran langsung di TikTok. Komentar tersebut kemudian disampaikan kepada pelaku, yang langsung mencari tahu identitas korban untuk meminta klarifikasi secara langsung.

"Setelah mengetahui siapa yang menulis komentar tersebut, pelaku mengatur pertemuan dengan korban di lokasi kejadian pada Sabtu malam. Di situlah peristiwa penusukan itu terjadi," jelasnya.

Berikut 5 fakta dibalik kejadian tragis tersebut.

1. Dipicu Komentar Tidak Senonoh di TikTok

Awal mula tragedi ini berasal dari kolom komentar di media sosial. Korban diketahui memberikan komentar yang dianggap melecehkan seorang penyanyi lokal bernama SW (20).

Pada hari sebelum kejadian, si biduan ini sedang melakukan siaran langsung di akun TikTok-nya. Komentar tersebut memicu kemarahan sang penyanyi dan pacarnya. Kabar yang beredar, korban juga meninggalkan komentar di salah satu postingan.

Namun sayangnya, akun si biduan tersebut saat ini tidak bisa dicari. Baik history komentar korban seperti apa.

2. Pertemuan Diatur di Warung Es Teler, Dijebak?

Merasa perlu klarifikasi, si biduan mengajak korban bertemu di sebuah warung es teler di Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, pada Sabtu malam (31/5/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Korban datang sendiri, sedangkan si biduan telah lebih dulu berada di lokasi bersama dua temannya.

Beberapa saat kemudian, pacar si biduan, Kuncoro (22), datang dan langsung menyerang korban dengan senjata tajam jenis karambit.

3. Serangan Brutal Langsung Mengenai Dada dan Bahu, Berencana?

Tanpa banyak kata, Kuncoro menghujani korban dengan tusukan. Luka terdalam ada di bagian dada selebar 8 cm dengan kedalaman mencapai 5 cm. Selain itu, terdapat luka lain di bahu dan lengan korban. Wiryadinanto langsung ambruk di pinggir jalan dengan kondisi bersimbah darah.

"Sedang kami dalami, apakah memiliki niatan dugaan perencanaan pembunuhan atau memang spontan," kata polisi tersebut. 

4. Pelaku Menyerahkan Diri

Melihat korban terkapar dan warga mulai berdatangan, pelaku tak melarikan diri. Ia kemudian menyerahkan diri kepada pihak kepolisian dan langsung dibawa ke Polresta Banyuwangi. Korban sempat dilarikan ke RS Al Rohmah Jajag oleh warga, namun nyawanya tak tertolong akibat luka serius yang diderita.

5. Si Biduan Dikenal Sebagai Penyanyi Aktif di Media Sosial

Si biduan, sang penyanyi desa yang menjadi titik awal konflik, dikenal sering mengunggah video nyanyiannya di media sosial. Menurut Kepala Dusun Krajan, cewek itu memang aktif berkonten, dan komentar dari korban sebelumnya dianggap merendahkan. Upaya klarifikasi awal sempat dilakukan, namun berujung pertemuan yang berakhir tragis.

Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Kuncoro telah ditahan, dan pihak berwenang masih mendalami motif serta kronologi lengkapnya. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa satu komentar di media sosial bisa berbuntut pada kehancuran nyata di dunia nyata.

 

Editor : Agung Sedana
#komentar TikTok #cluring #banyuwangi #Pembunuhan