Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pingsan di Tengah Laut, Tercebur, Nelayan Banyuputih Situbondo Hilang

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 30 Mei 2025 | 13:09 WIB
Tim SAR gabungan lakukan pencarian nelayan hilang di perairan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Kamis (29/5).
Tim SAR gabungan lakukan pencarian nelayan hilang di perairan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Kamis (29/5).

RADARBANYUWANGI.ID - Tim SAR Gabungan melakukan pencarian nelayan hilang di tengah laut, perairan Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Kamis (29/5).

Nelayan yang hilang adalah Suhar, warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Pria tersebut diduga pingsan saat berada di atas perahu hingga terlempar ke tengah laut dan hilang.

Informasi yang dihimpun Koran ini, Suhar berangkat memancing ikan ke laut menggunakan perahu Argadana jenis Fiber. Dia berangkat sendirian. Temannya menggunakan perahu lain.

Sekitar pukul 17.13 ada hujan dan angin kencang sehingga terjadi ombak besar di tengah laut. Melihat cuaca yang tidak bersahabat, Suhar minta tolong kepada Jono, 47, nelayan yang menggunakan perahu slerek BALADO.

Begitu perahu diderek menerobos ombak besar, Suhar diduga pingsan hingga terlempar ke tengah laut.

Melihat hal tersebut, Jono langsung putar balik untuk menyelamatkan Suhar. Namun, usahanya tidak berhasil. Sebab suhar langsung digulung ombak dan tidak ditemukan.

Jono tidak membuang-buang waktu dan langsung mencari bantuan ke pinggir pantai, dan salah satu nelayan laporan ke anggota BPBD Situbondo.

Koordinator BPBD Situbondo puriyono mengatakan, jika pihaknya menirima laporan pukul 18. 30 dan langsung merapat ke lokasi kejadian, selanjutnya dilakukan proses pencarian namun tidak berhasil dan menunda pencarian.

“Rabu malam kami sudah melakukan proses pencarian, hari ini (kemarin) juga sudah dilakukan pencarian, tapi belum menemukan nelayan yang hilang,” ucap Puriyono.

Kata dia, alat utama yang digunakan dalam pelaksaan operasi SAR gabungan ada empat, diantaranya satu unit perahu karet LCR milik Basarnas, alat komunikasi HT, kantong mayat dan alat navigasi satu set.

“Penyisirian dimulai dari  sekitar korban tenggelam di pantai Lebuk, Desa Sumberejo dan sekitarnya, melebar ke pantai Banongan , tapi belum ada hasil,” pungkas Puriyono. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Nelayan Hilang