Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nelayan Hilang Ditemukan Meninggal, Terlilit Jaring dekat Kapal Gardan di Dasar Laut

Zamrozi Wahyu • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:52 WIB
PENYELAMATAN: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Pairin asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono dari lokasi karamnya Kapal Gardan Sumber Wangi di daerah Perairan Sembulungan menuju Pelabuhan Muncar
PENYELAMATAN: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Pairin asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono dari lokasi karamnya Kapal Gardan Sumber Wangi di daerah Perairan Sembulungan menuju Pelabuhan Muncar

RadarBanyuwangi.id - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu dari dua orang anak buah kapal (ABK) Kapal Gardan Sumber Wangi yang tenggelam di Perairan Sembulungan, wilayah Kecamatan Muncar, Selasa (27/5).  Nelayan yang ditemukan dengan kondisi sudah meninggal itu, Pairin, 50, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.

Jenazah Pairin ditemukan oleh penyelam di dasar laut dan tersangkut di jaring kapal yang karam. Setelah ditemukan,  jenazah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dengan dibawa ke Pelabuhan Muncar, dan diangkut ke ambulans untuk dibawa ke Puskesmas Kedungrejo, Kecamatan Muncar. “Yang ditemukan ini Pairin, ABK Kapal Gardan Sumber Wangi yang tenggelam,” kata Kanit Satpolairud Muncar, Bripka I Wayan Wedana.

Menurut Wayan, korban ditemukan pada titik koordinat 8°27'2.30"S 114°25'47.63"E, tepat di lokasi kejadian kapal karam. Jenazah korban ditemukan oleh penyelam yang disewa oleh keluarga korban dalam kondisi tersangkut pada jaring yang masih melilit bangkai kapal. “Penyelam memberitahu ada jenazah di jaring,” kata koordinator tim SAR pencarian dua nelayan Muncar, Taufiqurrahman.

Menurut Taufiqurrahman, jenazah korban itu kali pertama terlihat pada kedalaman sekitar 25 meter hingga 30 meter. Karena terlilit jaring, maka oleh tim SAR gabungan bersama sejumlah nelayan jaring itu diangkat. “Saat jaring ditarik, korban terlihat sudah mulai membusuk dan kulitnya mengelupas. Tapi masih bisa dikenali,” terangnya seraya  menyampaikan jenazah korban ini oleh tim SAR gabungan langsung dievakuasi dengan dibawa ke Pelabuhan Muncar menggunakan perahu.

Dengan ditemukannya Pairin, lanjut dia, maka masih tersisa satu ABK Kapal Gardan Sumber Wangi yang belum ditemukan. ABK tersebut, Harry,54, asal Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. “Setelah menemukan satu korban, pencarian terus berlanjut,” katanya.

Dalam pencarian di hari keempat itu, penyisiran terus dilanjutkan dengan melibatkan seluruh unsur SAR yang ada mulai dari Pos Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan hingga nelayan setempat. Mereka terus memantau kondisi perairan Selat Bali. “Pencarian kemungkinan akan berhenti pada hari ketujuh,” terangnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, kapal Gardan Sumber Wangi yang membawa 29 anak buah kapal (ABK) karam di sekitar Perairan Sembulungan daerah Kecamatan Muncar, setelah diterjang ombak pada Sabtu (24/5). Akibat kecelakaan laut itu, satu nelayan meninggal, dua nelayan hilang, dan 26 lainnya selamat

Satu orang nelayan yang meninggal itu, Suwandi, 69, asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Sedang dua nelayan yang hilang Pairin, 50, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan Harry, 54, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. “Nelayan yang meninggal sudah dimakamkan oleh keluarganya pada Sabtu (24/5),” kata Kanit Satpolairud Pos Muncar, Bripka Wayan Wedhana.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#sar #penyelam #ABK #satpolairud #Nelayan Hilang #kapal tenggelam