Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dulu Setahun Sekali, Kini Tiga Bulan Sekali! Banjir Rob Rendam 200 Rumah di Kampung Mandar

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 28 Mei 2025 | 14:20 WIB
WASPADA: Banjir rob berpotensi melanda pesisir Jawa Timur hingga 9 November mendatang
WASPADA: Banjir rob berpotensi melanda pesisir Jawa Timur hingga 9 November mendatang

RADARBANYUWANGI.ID - Masyarakat yang tinggal di Lingkungan Kerobokan, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, Selasa (27/5) harus menunda aktivitasnya.

Sejak pagi, air laut masuk ke rumah penduduk dari saluran air yang tersambung langsung ke pesisir.

Warga harus menata barang di dalam rumah sebelum terkena air yang menggenang di sekeliling tempat tinggal mereka.

Beberapa warga membuang air yang mulai masuk ke dalam rumah. Tak banyak hal yang bisa dilakukan warga selain menunggu air surut secara alami.

”Sekarang banjir rob lebih sering terjadi. Dulu setahun sekali, sekarang tiga bulan sekali,” kata Rony, 39, warga RT 1 Lingkungan Kerobokan, Kampung Mandar.

Banjir datang tidak menentu. Kadang pagi hari, kadang malam hari.

Kemarin banjir mulai muncul sekitar pukul 07.00 dan baru mulai surut sekitar pukul 10.00.

”Banjir datang tiga bulan sekali. Saat muncul, bisa satu minggu. Air masuk ke rumah hingga tiga jam. Yang sudah ini kalau sudah datangnya malam, kita harus begadang sambil menguras air,” ungkapnya.

Rony berharap, ada solusi dari pemerintah untuk menangani banjir rob rutin yang datang ke kelurahan Kampung Mandar.

Sehingga, warga yang tinggal di tiga rukun tetangga (RT) di Kampung Mandar tersebut bisa merasa tenang.

”Ada sekitar 200 rumah lebih dari tiga RT. Ini sebenarnya mulai rutin terjadi setelah ada fish market. Jadi, air tidak bisa keluar dan membendung rumah warga. Semoga ada solusi,” ujar Rony.

Sementara itu, petugas BPBD pun langsung melakukan pemeriksaan ke lokasi begitu banjir rob terjadi Selasa (27/5).

Mereka melihat titik gorong-gorong yang mengalirkan air dari laut ke rumah warga saat air pasang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto yang datang ke lokasi langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan untuk mencari solusi jangka pendek.

Salah satu cara yang dianggap cukup efektif, yakni pemasangan klep buka-tutup di ujung pembuangan gorong-gorong.

Di kampung tersebut, terdapat empat gorong-gorong pembuangan air yang mengarah ke arah laut.

”Kami sudah cek ke lokasi untuk antisipasi agar ke depan banjir rob ini tidak berulang. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU Pengairan dan kami akan usulkan untuk pemasangan klep,” kata Danang.

Pemasangan klep buka-tutup di ujung pintu gorong-gorong sendiri juga harus mempertimbangkan beberapa hal.

Saat air pasang dan hujan deras, diperlukan pompa air agar perkampungan padat itu tak semakin kebanjiran.

”Kami akan analisis lagi pada beberapa hal agar solusi yang ada bisa optimal,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#banjir rob #banyuwangi #kampung mandar