Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keluarga Korban Sewa Penyelam, Cek ke Lokasi Kapal yang Karam di Dasar Laut

Zamrozi Wahyu • Selasa, 27 Mei 2025 | 15:50 WIB
PENCARIAN: Tim gabungan melakukan penyisiran di hari ketiga yang diikuti Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi senin (26/5).
PENCARIAN: Tim gabungan melakukan penyisiran di hari ketiga yang diikuti Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi senin (26/5).

RadarBanyuwangi.id - Hari ketiga pencarian nelayan Pairin, 50, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan Hary, 54, asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, hasilnya tetap masih nihil, Senin (26/5). Dalam pencarian yang tetap difokuskan di sekitar lokasi Kapal Gardan Sumber Wangi Karam di daerah Perairan Sembulungan wilayah Kecamatan Muncar itu, tim gabungan belum menemukan petunjuk.

Tim gabungan dari Satpolairud, Basarnas, BPBD, TNI AL, dan nelayan Muncar terus mengobok-obok di sekitar lokasi kapal yang karam pada Sabtu (24/5). “Kami menyusuri lokasi kejadian menggunakan dua perahu karet,” kata Kanit Satpolairud Muncar, Bripka I Wayan Wedhana.

Dalam pencarian ini, terang dia, dimulai dari Pelabuhan Muncar menuju sekitar lokasi kejadian, yaitu di Perairan Sembulungan. Tapi sayang, pencarian yang dilakukan mulai pukul 07.30 hingga 12.00, masih belum menemukan tanda-tanda adanya korban. “Kami susuri Perairan Sembulungan, hasilnya masih nihil,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Pada pencarian hari ketiga, lanjut dia, keluarga korban mendatangi lokasi kejadian. Mereka membawa salah satu penyelam untuk mengecek kondisi kapal tenggelam. “Bangkai kapal itu ditemukan di dasar laut yang tidak jauh dari lokasi kejadian,” katanya.

Keluarga sengaja menyewa penyelam, jelas dia, karena keluarga korban mengira kedua nelayan yang hilang ikut tenggelam bersama kapal. “Penyelam itu ke mendekati kapal yang karam di dasar laut dengan kedalaman sekitar 25 meter hingga 30 meter untuk mengecek langsung,” ujarnya.

Dari keterangan penyelam, lanjut dia, kondisi kapal gardan yang karam mulai terkubur pasir dan terlilit jaring. Setelah diperiksa oleh penyelam, kedua korban tidak ditemukan. “Keluarga korban mendapat informasi dari orang pintar kalau korban terjebak di kapal, makanya menyewa penyelam, tapi saat dicek tidak ada,” bebernya.

Karena belum menemukan titik terang, pencarian pada hari ketiga terpaksa dihentikan karena cuaca di Selat Bali kembali buruk. Ombak di sekitar Perairan Sembulungan besar dan pecah. “Memasuki siang, cuacanya kembali buruk,” kata koordinator tim SAR pencarian dua nelayan Muncar, Taufiqurrahman.

Lokasi karamnya Kapal Gardan Sumber Wangi, kata dia, dari Pelabuhan Muncar sekitar empat mil, sedangkan dari Pantai Sembulungan berjarak sekitar dua mil. Petugas pencarian fokus mencari korban di sekitar lokasi kejadian. “Dari sekitar lokasi kejadian terus ke Selatan hingga sekitar tiga mil sampai lima mil, berhenti di sekitar teluk biru, kemudian kembali karena belum mendapatkan hasil,” katanya seraya mengatakan masih belum menemukan keberadaan korban.

Seperti diberitakan ahrian ini sebelumnya, kapal Gardan Sumber Wangi yang membawa 29 anak buah kapal (ABK) karam di sekitar Perairan Sembulungan daerah Kecamatan Muncar, setelah diterjang ombak pada Sabtu (24/5). Akibat kecelakaan laut itu, satu nelayan meninggal, dua nelayan hilang, dan 26 lainnya selamat

Satu orang nelayan yang meninggal itu, Suwandi, 69, asal Dusun Muncar Baru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Sedang dua nelayan yang hilang Pairin, 50, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan Harry, 54, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. “Nelayan yang meninggal sudah dimakamkan oleh keluarganya pada Sabtu (24/5),” kata Kanit Satpolairud Pos Muncar, Bripka Wayan Wedhana.(cw3/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#tni al #penyelam #nelayan #perairan sembulungan #Kapal Karam #ABK #bpbd