Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dituduh Tukang Santet, Kakek di Jangkar Situbondo Dibacok Hingga Meninggal

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 26 Mei 2025 | 14:21 WIB
Anggota Polres Situbondo dan warga berkerumun di rumah almarhum Jumawan, 57, warga Dusun Panapan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, di RSUD Asembagus, Sabtu malam (24/5).
Anggota Polres Situbondo dan warga berkerumun di rumah almarhum Jumawan, 57, warga Dusun Panapan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, di RSUD Asembagus, Sabtu malam (24/5).

RADARBANYUWANGI.ID - Jumawan, warga Dusun Panapan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo, meninggal dunia secar tragis, Sabtu malam (24/5) pukul 20.00 WIB.

Pria 57 tahun itu dibacok oleh dua tetangganya Syaiful Bahri, 29, dan Arsan, 30, warga setempat.

Diduga kuat dua pelaku melakukan tindakan melawan hukum tersebut akibat mengira Jumawi sebagai dukun santet.

Dilansir dari Jawa Pos Radar Situbondo, malam itu sekitar pukul 18.00 Jumawan baru selesai makan langsung ngobrol santai bersama menantunya, Adi Laksono, 30, di halaman rumah.

Keduanya ngobrol santai sambil ngopi dan ngerokok. Karena suasana di luar dingin alm. Jumawan masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.

Begitu berada di ranjang, Jumawan hanya rebahan dan tidak langsung tidur, pintu rumah tidak ditutup.

“Bapak tidak mau tidur, hanya rebahan, pintunya mungkin belum dikunci, ya karena pamitnya hanya mau tidur-tiduran,” ujar Adi Laksono, Minggu (25/5).

Dikatakan, tidak berselang lama saat Adi Laksono dan istrinya, Hasanah, 27, yang sudah berada di dalam rumah mendengar suara Jumawa teriak-teriak minta tolong.

Mendengar jeritan tersebut, Adi dan Istrinya langsung ke luar rumah.

“Saya kira, bapak minta tolong akibat kesetrum. Saya ngira bapak kena setrum. Ternyata bapak saya dibacok oleh Syaiful Bahri dan Arsan,” kata Adi.

Jumawan yang dieksekusi saat berada di di atas tempat tidur, sempat menangkis clurit dan berhasil lari ke luar rumah degan merangkak.

Meskipun berhasil ke luar dari rumah, tetap saja dua pelaku melancarkan aksinya untuk menghabisi Jumawan.

“Bapak saya sudah melarikan diri ke luar rumah, tapi tetap saja dibacok. Saya dan istri sudah teriak-teriak tapi tetap saja dibacok,” imbuh Adi.

Yang lebih mengerikan, dua pelaku seperti kerasukan setan. Saat disuruh berhenti, Syaiful Bahri makin beringas menancapkan celurit ke tubuh korban. Sedangkan Arsan berbalik mengejar putri Jumawan.

“Istri saya (putri jumawan) juga dikejar mau dibunuh, untung selamat. Saya sudah melerai tapi dari jauh, mau mendekat ke duanya sama-sama pegang celurit. Bahkan istri saya juga dikejar oleh Arsan, mau dibunuh juga,” papar Adi.

Masih kata Adi, istrinya yang sudah melihat bapak kandungnya dibunuh di depan matanya, juga dikejar untuk dianiaya.

Bahkan istrinya, sempat terjatuh akibat takut dengan celurit yang diayun-ayunkan.

“Saat istri saya kabur sampe jatuh, luka-luka juga istri saya,” pungkas Adi. 

Informasi yang dihimpun koran ini, Syaiful Bahri, melakukan pembacokan tersebut hanya berdasarkan kecurigaan.

Yaitu mengira jika Jumawan adalah dukun santet yang menyebabkan keluarganya sakit.

“Kalau di sini (Desa Sopet) cerita yang berkembang, pelaku membacok karena menuduh korban sebagai tukang santet,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Usai melakukan perbuatan tersebut, dua pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Jangkar. Selanjutnya, dua pelaku langsung dilimpahkan ke Mapolres Situbondo.

“Begitu datang ke kantor polsek, langsung kami amankan ke Mapolres Situbondo,” tegas Kaposek Jangkar AKP Agus.

Kastareskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan, menegasakn jika dua pelaku sudah ditetapkan tersangka dan dimasukkan ke sel tahananan Polres Situbondo.

“Untuk motif masih kami dalami. ini rentan disampaikan, nanti hasilnya akan kami sampaikan,” tutup Agung. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #dibacok tetangga #dukun santet